May 25, 2015

[Book Review] Hei, Pacar!


Karena Cinta adalah “Perselisihan”

Sumber: yes24

Judul : Hei, Pacar!
Penulis : Musdalifah
Penerbit : Mazola
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : 208 halaman
ISBN : 978-602-7695-98-6


“Karena cinta nggak pernah nuntut agar pasangannya menjadi ini dan itu. Apa adanya aja. Bayangin kalau ada gengsi di dalamnya? Apa lo bisa menjamin cinta itu bertahan? Nggak! Udah, nggak usah gengsi!” – halaman 21.


Ya, pada awalnya Dissa merasa gengsi untuk mengakui perasaannya terhadap Shaka Adi Putra, si cowok berkulit coklat dengan rambut cepak yang aneh –di mata Dissa, dan super cuek. Akan tetapi, tepat seperti kutipan di atas, setelah Dissa menceritakan apa yang dirasakannya terhadap Shaka kepada Nina –sahabatnya di sekolah, ia pun kemudian berusaha menghilangkan rasa gengsi tersebut. Coba tebak, apa yang terjadi selanjutnya? Ya, sehari setelah itu Dissa pun mengutarakan perasaannya kepada Shaka.

Singkatnya, setelah melewati masa-masa yang membuat Dissa murung, mereka pun akhirnya resmi berpacaran. Yang perlu diketahui di sini adalah bahwa di mata teman-teman sekolahnya Dissa dan Shaka adalah pasangan yang aneh. Kerjaan mereka setiap harinya selalu saja ribut. Meributkan segala hal, baik dari hal penting sampai ke hal yang paling sepele. Namun, tanpa disadari kebiasaan ribut merekalah yang justru berperan sebagai pengikat hati keduanya.

[Book Review] Senja yang Mendadak Bisu


Pengemasan Nilai-Nilai Lokalitas yang Menarik

Sumber: goodreads


Judul : Senja yang Mendadak Bisu
Penulis : Lugina W. G. dkk.
Penerbit : de Teens
Tahun Terbit : April, 2015
Jumlah Halaman : 240 halaman
ISBN : 978-602-0806-08-2


Buku dengan judul Senja yang Mendadak Bisu ini sebetulnya merupakan antologi cerpen. Cerpen-cerpen yang ada di dalamnya adalah karya-karya terbaik dari #KampusFiksiEmas2015 (koreksi saya jika saya salah). Di dalamnya terdapat 21 cerita pendek yang masing-masing, menurut saya, memilliki (jika diibaratkan sebagai batik) corak tersendiri.

Kesamaan dari kedua puluh satu cerpen tersebut ada pada tema yang diangkat, yakni lokalitas-inspiratif. Maka dari itu, tak heran jika nanti kalian membacanya, kalian akan banyak menjumpai nilai-nilai lokalitas. Nilai-nilai lokalitas itu sendiri, pada antologi ini, ditulis dengan menarik –setidaknya menurut saya.

[Book Review] Hujan Pertama untuk Aysila


 Aysila yang Hidup untuk Setia

Sumber: goodreads


Judul : Hujan Pertama untuk Aysila
Penulis : Edi AH Iyubenu
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : Maret, 2015
Jumlah Halaman : 184 halaman
ISBN : 978-602-7695-88-7

“Ia hidup hanya untuk setia.” – halaman 17

Aysila.

Aysila Dilara. Seorang gadis cantik yang gemar terbahak. Gadis yang hidup hanya untuk setia. Pertama harus saya kataka n bahwa saya jatuh cinta dengan penokohan Aysila. Sederhana namun memikat hati pembaca.

Jujur saja, kalau saya diharuskan untuk menuliskan jalan cerita yang ada di dalamnya, saya mengalami kebingungan yang sangat. Bagaimana tidak? Buku ini adalah antologi cerita pendek. Di dalamnya terdapat 12 cerpen-cerpen terbaru milik Edi Akhiles.

May 24, 2015

Berdamai dengan Rahasia

Sumber: pinterest


Dan hanya dimalam panjang inilah,
aku bisa berdamai dengan rahasia - rahasia hidupku,
melepaskannya.
Karena menyimpan rahasia sendiri hanya membuat nafasku tersengal.
Ya, kita memang tak pernah tau apa yang dirindukan
sampai sesuatu itu tiba dengan sendirinya didepan mata.
Kita tak pernah menyadari pula ketidaklengkapan
hingga bersua dengan kepingan diri yang tersesat
dalam ruang-waktu.

[Book Review] Aku Lupa bahwa Aku Perempuan


Ambisi, Karier, dan Cinta
Sumber: goodreads

Judul : Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan
Penulis : Ihsan Abdul Quddus
Penerjemah : Syahid Widi Nugroho
Penerbit : Pustaka Alvabet
Tahun terbit : April 2012
Jumlah halaman : 228 halaman
ISBN : 978-602-9193-16-9

“Setiap orang memiliki dua sisi: satu untuk orang lain, satu untuk dirinya sendiri. Mustahil menyatukan keduanya.”
 – Ihsan.

Anyway
, saya sangat setuju dengan kutipan di atas. Bagi saya masing-masing orang memiliki banyak kepribadian sebanyak kelompok sosial di mana ia ikut di dalamnya. Nah, kembali ke pembahasan utama, kutipan di atas sedikit banyak juga “berperan” dalam merepresentasikan cerita di dalam novel ini.
Novel ini sendiri berkisah mengenai seorang yang telah menggapai ambisinya, yakni sebagai politisi sukses. Tokoh aku –yang bernama Suad, di sini menempatkan dirinya dalam lingkar elit kekuasaan. Latar belakang politik yang masih konservatif di kala itu menjadikannya fenomena baru dalam isu kesadaran gender.

[Book Review] Sherlock Holmes: Petualangan di Rumah Kosong


Kisah Petualangan Sherlock Holmes
Sumber: goodreads

Judul : Sherlock Holmes: Petualangan di Rumah Kosong
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah : Dion, Busyra, Amin
Penerbit : Laksana
Tahun terbit : 2014
Jumlah halaman : 320 halaman
ISBN : 978-602-296-031-7


Siapa yang tak tahun tentang sosok fiktif, bernama Sherlock Holmes, yang begitu “melegenda”? At least, sekalipun mungkin terdapat beberapa –pembaca tulisan ini, yang belum membaca kisah-kisahnya, tapi dapat saya pastikan bahwa setidaknya mereka pernah mendengar namanya.
Suatu ketika saat saya tengah membaca novel ini disela menunggu jam kuliah berikutnya, seorang teman bertanya pada saya, “Kamu enggak pening mbaca Sherlock Holmes?” ujarnya.
Lalu, saya pun menjawab, “Enggak, ceritanya Holmes itu seru.” Dan seketika itu pula saya kemudian pun menjadi berpikir. Apakah image “memusingkan” telah tertanam begitu dalam pada –sebagian, orang? Sehingga mereka beranggapan bahwa cerita-cerita bergenre seperti Sherlock Holmes ini selalu dianggap “berat” dan kemudian memilih untuk tidak mau membacanya?

[Book Review] Between Me and Your Horse of Steel


From Biography Project to Love
Sumber: goodre
sumber: goodreads
Judul : Between Me and Your Horse of Steel
Penulis : Sianida
Penerbit : Senja
Tahun terbit : 2015
Jumlah halaman : 224 halaman
ISBN : 978-602-255-623-7


Cerita berawal dari saat di mana Rena, atau yang lebih dikenal dengan nama Cyanite, diminta oleh Stanwell –paman sekaligus manager Zac Zuares, untuk menuliskan biografi tentang Zac. Zac Zuares sendiri adalah seorang pembalap MotoGP yang berprestasi dan tengah menyita perhatian dunia. Dia memiliki tubuh atletis, berambut hitam, pipi tirus, dan tentunya tampan. Sedangkan, untuk kepribadiannya sendiri, ia adalah seseorang yang supel, kooperatif, serta penuh rasa humor. Maka dari itu, tak heran apabila banyak orang –baik laki-laki maupun perempuan, yang mengaguminya.
Pertama kali mengetahui tawaran tersebut, Rena tak serta merta langsung menyetujuinya. Rena sendiri adalah seorang penulis cerita fiksi. Tentu menulis fiksi sangatlah berbeda dengan menulis non-fiksi, seperti biografi ini. Akan tetapi, pada akhirnya Rena pun menerima tawaran tersebut dengan beberapa syarat.

[Book Review] Amba


Merah, antara Darah dan Gairah

Sumber: goodreads
Judul : Amba
Penulis : Laksmi Pamuntjak
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke- : 4 (edisi baru), Oktober 2013
Jumlah Halaman : 577 halaman
ISBN : 978-979-22-9984-7

“... Bertahun-tahun aku menunggu, nggak pernah paham mengapa ia menghilang, tak pernah paham apa yang terjadi pada Bhisma, atau bagaimana ia sampai ke pulau ini, atau apakah ia masih hidup, dan kalau ia mati bagaimana ia mati, mengapa dia nggak kembali ke aku ketika ia punya kesempatan tahun ’79, mengapa selama 41 tahun aku menunggu dan mencintai hantu.” – halaman 455.

Ya, saya rasa kutipan di atas sedikit banyak telah menggambarkan inti cerita novel ini. dengan mengambil latar belakang sejarah, novel ini mengisahkan cerita cinta dan hidup seorang Amba Kinanti. Amba yang merupakan anak sulung dari seorang guru di Kadipura –sebuah kota kecil di Jawa tengah. Seorang anak yang tumbuh dalam keluarga pembaca kitab-kitab tua. Anak perempuan yang keras kepala, mandiri, berkemauan sendiri dan tak jarang pula memesona.
Cerita dituliskan dengan alur yang maju-mundur. Namun, pembaca tak perlu khawatir sebab, permainan alurnya sama sekali tidak membingungkan. Kisahnya dimulai dari tahun 2006, di mana Amba dengan seorang laki-laki, Zulfikar Hamsa –yang mana merupakan sahabat Bhisma saat berada di Buru, pergi ke Pulau Buru. Ia berangkat ke sana tak lain adalah untuk mencari orang yang dikasihinya, cintanya yang terdalam, yang memberinya seorang anak perempuan di luar nikah –yang kemudian diberi nama Srikandi.

[Book Review] The Chef


Resep dan Kenangan yang Hilang
Sumber: goodreads

Judul : The Chef
Penulis : Hanna Enka
Penerbit : Mazola
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : 288 halaman
ISBN : 978-602-255-689-3

Sampai saat ini, saya masih beranggapan bahwa novel yang menaruh fokus utama terhadap pekerjaan sang tokoh utamanya masih terbilang lebih sedikit daripada novel yang menaruh fokus utama tentang kisah percintaan sang tokoh utama. Jelas, apapun fokusnya, pastilah tak mudah untuk membuat inti cerita di dalamnya tidak “terbiaskan”. Dan saya rasa, itulah tantangan terbesar bagi sang penulisnya.
Nah, kali ini –kali keduanya, saya meresensi novel yang dari sampulnya tertulis kode #NOVELPROFESI. Dengan melihat tulisan tersebut, pastinya sebagian besar dari kita ketika melihatnya akan berasumsi bahwa inti cerita novel tersebut berfokus pada sebuah profesi yang dilakoni oleh sang tokoh utama. Sebelum masuk ke pendapat pribadi saya mengenai novel ini secara keseluruhan, mungkin lebih baik jika saya sedikit menuliskan sinopsis ceritanya.

[Book Review] Yang Hidup dan Mati


Antologi Cerpen Karya Tagore
Sumber: goodreads

Judul : Yang Hidup dan Mati
Penulis : Rabindranath Tagore
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : Desember, 2014
Jumlah Halaman : 383 halaman
ISBN : 978-602-255-771-5

Bagi seseorang yang sangat menyukai sastra, saya pikir nama Tagore tidaklah asing lagi bagi telinga mereka. Dan, ya, kalau boleh jujur sebelumnya, meski saya memang sering mendengar nama Tagore, namun saya belum pernah membaca satu karyanya sekalipun. Baru pada kesempatan kali inilah, akhirnya saya membaca juga beberapa karyanya, yang mana terkumpul dalam suatu buku. Sebuah buku berjudul “Yang Hidup dan Mati” –diterjemahkan dari buku Selected Short Stories, yang berisikan 30 buah cerpen karya Tagore.

[Book Review] Haseki Sultan


Cleopatra, Impian yang Mewujud menjadi Nyata
Sumber: goodreads

Judul : Haseki Sultan
Penulis : Zhaenal Fanani
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : Oktober 2014
Jumlah Halaman : 480 halaman
ISBN : 978-602-296-036-2

“Kalau tidak mau jadi biarawati, kau mau jadi apa?”

“Cleopatra.”
“Apa yang akan kau lakukan untuk menjadi Cleopatra?”
“Apapun, seperti yang sering Ayah ceritakan.”
“Tapi tidak mudah untuk menjadi Cleopatra.”

Menjadi Cleopatra sendiri merupakan impian seorang gadis bernama Alexandra Anastasia Lisowska sedari kecil. Gadis cantik, berambut tebal berkilat, bermata hitam kebiruan dengan warna kulit yang keperakan. Seorang gadis dari Rohatyn –sebelah barat Ukraina, yang banyak akal dan selalu ingin tahu. Namun, persis seperti apa yang diucapkan Ayahnya –seorang pendeta ortodoks, bahwa ternyata jalannya untuk menjadi Cleopatra sungguhlah tak mudah.
Cerita dalam novel ini sendiri berawal dari saat di mana Alexa diculik oleh segerombolan lelaki untuk dijual sebagai budak. Penculikan tersebut terjadi saat ia tengah melamun di dalam rumahnya, meratapi kesendiriannya karena ayahnya telah tiada. Malangnya, meski telah berusaha melarikan diri namun nyatanya ia tetap tertangkap oleh para penculik tersebut. Pada saat itu juga, dalam kepasrahan hanya ketakutan yang dapat ia rasakan.

May 22, 2015

[Book Review] Aruna dan Lidahnya


Untuk Para Pecinta Makanan dan Perjalanan
Sumber: goodreads

Judul : Aruna & Lidahnya
Penulis : Laksmi Pamuntjak
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 427 halaman
ISBN : 978-602-03-0852-4

“Selintas, terpikir olehku, ini satu lagi gunanya makanan: ia menyatukan manusia, tak seperti agama. Tapi makanan yang tidak enak jangan-jangan punya persamaan dengan tafsir agama yang tidak menyenangkan.” – halaman 146


Dengan “berbekal” 3 tokoh utama –yang masing-masing karakternya terbilang kuat, Laksmi Pamuntjak sukses “membawa” novel dengan baik. Pertama, Aruna Padmarani Rai. Seorang epidemologist (ahli wabah) berumur 35 tahun yang belum menikah, bertubuh montok, pendiam, dan cerdas. Kedua, Bono a.k.a Johannes Bonafide Natalegawa. Seorang chef berumur 30 tahun yang terlalu sibuk untuk menikah. Dan terakhir, Nadezhda Azhari. Seorang kontributor tetap majalah gaya hidup yang selalu merasa memiliki selera tinggi, paling terpelajar, dan pikirannya paling tenar. Umurnya baru 33 tahun, tapi sudah memutuskan untuk tidak menikah. Persamaan dari ketiga tokoh utama tersebut hanyalah satu hal, yakni obsesi mereka –yang sangat besar, terhadap makanan.

[Book Review] Pasung Jiwa


Jiwa dan Pikiran yang Terkungkung
Sumber: goodreads

Judul : Pasung Jiwa
Penulis : Okky Madasari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Jumlah Halaman : 328 halaman
ISBN : 978-979-22-9669-3
“Pikiran kerap hanya terbangun oleh tempelan-tempelan yang kita ambil atau dipaksa masuk oleh sekitar kita. Sementara tubuh selalu diperlakukan sebagai pengikut pikiran. Ia tak hadir dengan kewenangan. Maka ketika tubuh bergerak sendiri, lepas dari pikiran, selalu dianggap sebagai pembangkangan .... Bisa karena kesurupan atau karena ketidakwarasan.” – halaman 138

Ada dua hal penting yang didapatkan setelah membaca novel ini. Pertama, tentang arti dari kebebasan itu sendiri. Kenyataan bahwa kehendak bebas itu tidak benar-benar murni adanya. Kenyataan bahwa hingga kapanpun kita tidak akan pernah memperoleh kebebasan yang sejati. Bahkan ketika sudah tiada nanti. Kedua, tentang kasih sayang seorang ibu yang mana tak akan pernah habis. Tak peduli bahwa si anak telah mengecewakan hatinya sedemikian rupa. Tak peduli resiko apa yang akan dihadapinya. Kasih sayangnya akan terus ada, bahkan ketika ia sendiri telah tiada.
Melalui dua tokoh utama dalam novel ini, yakni Sasana dan Jaka Wani, kita akan melihat bahwa kehidupan kita selama ini –yang kita anggap bebas, sebetulnya tak benar-benar ada. Manusia akan terus mengalami “keterkungkungan” dalam hidupnya. Hanya saja, terkadang kita tak menyadarinya. Dan bahkan pada beberapa manusia, ada yang memilih untuk tidak mau menyadarinya sekalian. Keterkungkungan ini bisa berasal dari tubuh dan pikiran, tradisi dan keluarga, nilai dan norma serta agama, hingga dominasi ekonomi dan belenggu kekuasaan.

[Book Review] Cinta Cowok DL-ers


Sepidirman Mengejar Jodoh
Sumber: goodreads

Judul : Cinta Cowok DL-ers
Penulis : Artie Ahmad
Penerbit : Mazola
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 228 halaman
ISBN : 978-602-296-010-2
“... hati yang patah, cinta yang belum sampai tak perlu ditangisi dan diratapi, Man, melainkan harus diperjuangkan.” – halaman 50.

Dan begitulah Dirman, meski sempat menangisi nasibnya karena ditolak gadis idamannya, pada akhirnya ia bangkit kembali. Bangkit untuk mengejar cinta sang gadis. Tak peduli ia harus berkorban hingga titik duit –yang dipinjamnya dari Hari, penghabisan. Sepidirman, atau pemuda yang sering dipanggil Dirman ini adalah seseorang yang “unik”, norak nggak ketulungan, dan punya taraf kepedean yang tingginya selangit.
Singkat cerita, ia cinta setengah mati dengan seorang gadis bernama Meri Jeni, seorang punggawa cheerleader yang punya banyak penggemar. Awal mula kenapa Dirman bisa jatuh cinta terhadap sang gadis itu sendiri adalah pada saat lomba bakiak di sekolah. Di tengah lagi megap-megapnya karena kehabisan nafas tiba-tiba matanya tertuju pada sosok Meri yang sedang melompat-lompat menyemangati. Dan bagaikan melihat seorang bidadari yang turun dari kayangan, saat itu juga tiba-tiba tenaga Dirman yang tadinya terserap habis muncul kembali, hingga akhirnya ia bisa memenangkan perlombaan.

[Book Review] Mengawal Demokratisasi Media: Menolak Konsentrasi, Membangun Keberagaman


Menyoal Demokratisasi Media


Judul : Mengawal Demokratisasi Media: Menolak Konsentrasi, Membangun Keberagaman
Penulis : Amir Effendi Siregar
Penerbit : Kompas
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : xxxviii + 274 halaman
ISBN : 978-979-709-852-0

Di negara demokrasi, termasuk Indonesia, kebebasan untuk berekspresi, berbicara, dan kemerdekaan pers merupakan sebuah keharusan. Tanpa adanya jaminan kebebasan untuk ketiga hal tersebut, maka tidak akan pernah ada demokrasi. Akan tetapi, ternyata kebebasan berekspresi, berbicara, dan kemerdekaan pers yang ada selama ini ternyata dinilai tidak cukup untuk mewujudkan media dan komunikasi yang demokratis.
Dalam hal demokratisasi media, faktor lain yang harus ditekankan adalah adanya usaha untuk menegakkan prinsip keberagaman baik kepemilikan dan juga isi. Tanpa adanya jaminan keberagaman tersebut, maka akan muncul peluang otoritarianisme baru yang bersifat kapitalis. Sehingga, bukan tidak mungkin bahwa otoritarianisme baru tersebut dapat dengan mudah membunuh demokrasi.

[Book Review] Astilbe


Astilbe Valdemar
Sumber: goodreads

Judul : Astilbe
Penulis : Mufidatun Fauziyah
Penerbit : de Teens
Tahun terbit : Oktober 2014
Jumlah halaman : 224 halaman
ISBN : 978-602-296-034-8

“Hidup ini seperti naik ferris wheel. Kadang kita berada di bawah, kadang juga di tengah-tengah, bahkan di atas. Di atas kita merasakan angin, di bawah kita digilas kerikil.” – halaman 121.


Namun, kutipan tersebut tidak berlaku bagi Astilbe Valdemar, seorang gadis yang terkesan sangat lemas, lesu, dan rapuh, yang mana selalu melakukan segala sesuatunya dengan sangat pelan –entah itu berbicara, berjalan, dan lain sebagainya, hingga ia pun dijuluki sebagai si mayat hidup. Menurutnya ia tak pernah merasakan di puncak tertinggi itu. Sebaliknya, ia selalu merasa di bawah. Selalu tergilas oleh kerikil.
Singkatnya, novel yang diceritakan melalui sudut pandang orang ketiga ini, berkisah tentang seorang gadis yang dipanggil Astilbe bersama dengan seorang pemuda bermata toska. Seorang pemuda yang baginya sangat berbeda dibanding dengan pemuda lain yang pernah ia kenal sebelumnya. Jika pemuda lain biasanya bercanda sampai melewati batas hingga membuatnya sakit hati, berbeda dengan yang satu ini, yang mana menurutnya sangat unik.

[Book Review] Twivortiare 2


Her Happy Ending
Sumber: goodreads

Judul : Twivortiare 2
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 488 halaman
ISBN : 978-602-03-1136-4

“You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself”



Sudah pernah membaca Divortiare? Twivortiare? Nah, intinya sama. Novel ini berisi tentang kehidupan sehari-hari dari Alex dan Beno.

[Book Review] Pulang


 "Pulang", A Return and An Exodus
Sumber: goodreads

Judul : Pulang
Penulis : Leila S. Chudori
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan ke- : V, September 2014
Jumlah Halaman : viii + 461 halaman
ISBN : 978-979-91-0515-8
“Ayah adalah seorang Ekalaya. Dia ditolak tapi dia akan bertahan meski setiap langkahnya penuh jejak darah dan luka.” – Lintang Utara, halaman 197.

Sebelum saya membahas novel ini lebih dalam, ijinkan saya mengucapkan sepatah dua patah kalimat, “Mbak Leila, you’re rock. I love this novel so much.”
Ya, dari segala macam novel yang pernah saya baca, Pulang adalah novel terfavorit saya. I don’t know, I just.....speechless. Rasanya seperti tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan betapa favoritnya novel ini untuk saya. Maaf, saya tahu, ini terlalu hiperbolis.

[Book Review] Larung


Akhir Misi Pelarian Aktivis Mahasiswa Kiri
Sumber: goodreads

Judul : Larung
Penulis : Ayu Utami
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Ke- : 4, Mei 2013
Jumlah Halaman : viii + 295 halaman
ISBN : 978-979-91-0569-1
“Kata-kata Larung berhenti bersama suara letupan yang redam. Saman mendengar tubuh itu jatuh ke dekat sisinya. Kepalanya menoleh ke arah itu seperti mencari kepastian. Tapi ia mendengar kedap letupan sekali lagi. Dalam sepertiga detik itu yang ia inginkan hanyalah pamit pada Yasmin. Setelah itu ia diam. Diam yang tak lagi menunda.” – halaman 295.

“Arrrrrgggh!”
Teriak saya seusai membaca habis novel ini. Sebelumnya, izinkan saya terlebih dahulu untuk mengungkapkan kesan sebelum membahas hal lainnya. Jujur saya kecewa bercampur frustasi saat semua halaman di dalamnya habis saya baca. Perlu diketahui bahwa kecewa dan frustasi di sini bukanlah dalam konotasi negatif, melainkan sebaliknya. Ya, saya kecewa karena mendapati bahwa saat sedang mencapai klimaks, jalan cerita justru sudah selesai.
Kutipan diatas merupakan salah satu adegan yang sangat genting-gentingnya. Parahnya, kutipan tersebut merupakan pragraf terakhir yang ada pada novel ini. Ya, ceritanya berhenti seenaknya begitu saja. Why? Ini tidak adil. Bagaimana tidak? Ditengah-tengah saya sedang asyik menikmatinya, ditengah-tengah konflik sedang memuncak, keadaan sedang genting-gentingnya, semuanya selesai begitu saja. Mbak Utami jahat. Lagi-lagi akhir cerita diserahkan kepada interpretasi masing-masing pembaca. Uh!

[Book Review] Violetta


Scoop of Love
sumber: goodreads

Judul : Violetta (yang Melupakan Kenangan)
Penulis : Rosgadini
Penerbit : PING!!!
Tahun terbit : 2014
Jumlah halaman : 223 halaman
ISBN : 978-602-255-687-9
“Bia! Bia juga jangan lupa, ya, kalo Bia besar nanti, harus punya toko es krim sendiri. Jadi, Vio bisa makan semua es krimnya. Janji?” – halaman 13.

Itulah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Vio sebelum ia kecelakaan naas menimpa keluarganya dan ia sendiri saat ia sedang dalam perjalanan ke Semarang. Mengetahui sahabat kecilnya mengalami kecelakaan, Bia pun tak dapat membendung rasa sedihnya. Bahkan rasa sedih itu pun masih terus ada hingga ia beranjak dewasa. Baginya Vio bukan sekedar seorang sahabat yang manis. Namun, juga seorang yang ia sangat sayangi.

Bia adalah seorang pemuda yang berperawakan tinggi. Diumur yang masih terbilang muda, 23 tahun, ia mendapatkan promosi untuk naik jabatan. Akan tetapi hal tersebut ditolaknya, ia justru emakin membulatkan tekadnya untuk mengundurkan diri dari salah satu perusahaan akuntan terbesar tempatnya bekerja. Tentu hal tersebut bukannya tanpa alasan. Ia melakukan hal itu karena ia ingin menepati janjinya kepada Vio dulu. Ya, Bia –yang meskipun tidak menyukai es krim, berencana untuk membuat toko es krimnya sendiri.

[Book Review] Membagi Rindu


Empat sekawan

Sumber: goodreads

Judul : Membagi Rindu
Penulis : Koko Ferdie
Penerbit : PING!!!
Tahun terbit : 2014
Jumlah halaman : 220 halaman
ISBN : 978-602-255-640-4


Seperti judul postingan resensi ini, novel yang saya resensi kali ini kebetulan bercerita tentang empat orang sahabat yang masing-masing masih duduk dibangku SMA. Rain –yang cenderung pendiam. Samudra –yang jago olah raga. Awan –yang dewasa dan baik hati. Nadia –yang sedikit emosional. Cerita di novel ini dimulai dari saat mereka tengah mengalami masa orientasi. Rain, Nadia, dan Awan kebetulan berada di satu sekolah yang sama. Sedangkan, Samudra ada di sekolah yang berbeda.

Tidak jauh berbeda dengan novel-novel teenlit yang biasanya kita temui, lagi-lagi novel ini mengambil tema tentang persahabatan dan cinta. Meski memang jalan cerita mudah ditebak, tetapi saya cukup suka dengan cerita yang diangkat di dalamnya. Sangat sederhana dan sangat sesuai dengan realita kisah remaja saat ini.

[Book Review] The Royal Bread


Dandelion dan Sang Putri
Sumber: goodreads

Judul : The Royal Bread
Penulis : Eko
Penerbit : PING!!!
Tahun Terbit : 2014
Tebal halaman : 188 halaman
ISBN : 978-602-255-638-1

“Di saat aku diam dan justru menunggu masalah selesai dengan sendirinya, Vanessa justru mati-matian berusaha mencari jalan keluar. Sebenarnya siapa yang jadi putri di sini?” –halaman 119.

Seorang putri atau bangsawan biasanya lekat dengan image manja. Akan tetapi, tidak begitu dengan Vanessa –seorang keturunan kerajaan Inggris. Semenjak kepindahannya ke New York, terlebih ketika telah bertemu dengan Albert rasa-rasanya selalu saja ada masalah yang menimpa mereka berdua.
Semuanya bermula pada saat toko roti Albert akan disita karena ayahnya belum juga membayar hutang yang telah lama dipinjamnya. Singkatnya, kemudian munculah ide dari ibunya untuk mengajak Vanessa datang ke toko rotinya agar banyak wartawan yang meliput dan toko rotinya pun menjadi terkenal. Awalnya, memang Albert telah berhasil mengajak Vanessa untuk datang ke toko rotinya, setumpuk harapan pun datang dari keluarganya. Namun, di hari yang mana Vanessa seharusnya datang, semua harapan tersebut pupus sudah.

[Book Review] Lelaki Harimau


Lelaki Harimau, Kisah Surealis
Sumber: goodreads

Judul : Lelaki Harimau
Penulis : Eka Kurniawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I (cover baru), Agustus 2014
Jumlah Halaman : 191 halaman
ISBN : 978-602-0749-7


Ah, lagi-lagi saya bingung kalau harus menuliskan sinopsis cerita novel ini. Pun saya rasa sinopsis di sini memang tak perlu untuk dituliskan. Biarlah menjadi kejutan. Sebelumnya, ini buku kedua dari Eka yang saya baca. Buku pertama yang saya baca adalah “Seperti Rindu, ...” yang sampul bukunya manis sekali.
Dari kedua buku itu, satu hal yang dapat saya simpulkan bahwa Eka selalu mengawali cerita dengan permasalahan utamanya. Dengan kata lain, jika biasanya kita akan menemui inti cerita berada di tengah ataupun akhir, maka Eka memberikan –sengaja membocorkan, inti cerita sedari awal. Untuk saya pribadi, tentu saja hal itu terhitung terlalu “berani”. Akan tetapi, hal tersebut saya pikir juga menjadi tantangan tersendiri bagi Eka.

[Book Review] Separuh Kaku


Kisah Panji di Ular Besi
Sumber: goodreads

Judul : Separuh Kaku
Penulis : Setiyo Bardono
Penerbit : Senja
Tahun Terbit : 2014
Tebal Halaman : 248 halaman

ISBN : 978-602-7968-97-4
Suatu kejadian konyol di dalam KRL saat Panji akan berangkat sekolah merupakan awal kisah dari cerita yang diangkat dalam novel ini. Singkatnya, melalui kejadian konyol itu pulalah yang kemudian mempertemukannya dengan seorang gadis bernama Naomi Eka Keretawati. Laiknya peribahasa jawa, witing tresna jalaran saka kulina, begitulah yang dirasakan oleh Panji terhadap si gadis yang ditemuinya di kereta api tersebut.
Suatu ketika –lagi-lagi ketika ia hendak berangkat sekolah, ia melihat si gadis sedang berhenti di depan kios pulsa. Ia berpikir bahwa pastilah si gadis sedang mengisi pulsanya. Tanpa berpikir lebih panjang, setelah si gadis pergi tersebut ia pun segera menyambangi kios pulsa tersebut untuk membeli pulsa alih-alih menyatat nomor telepon yang dituliskan oleh si gadis tersebut.

[Book Review] Erau, Kota Raja


Menjelajah Kutai Lewat Novel
Sumber: goodreads

Judul : Erau, Kota Raja
Penulis : Endik Koeswoyo
Penerbit : PING!!!
Tahun terbit : 2014
Jumlah halaman : 204 halaman
ISBN : 978-602-296-056-0

“Gue masih belum nemu makna yang tepat tentang kata jodoh. Terlalu banyak pertanyaan di benak gue tentang jodoh. Kapan sebenarnya dua orang itu disebut berjodoh? Apakah ketika mereka mulau jatuh cinta lalu pacaran? Lalu, kalau putus, berarti mereka bukan jodoh?” – halaman 21.

Itulah pertanyaan Kirana yang tak juga ia tenemukan jawabannya. Putusnya ia dengan Doni –pacarnya dulu, tak pelak ternyata membuat perasaannya gundah gulana. Empat tahun hubungan tersebut dibangun, dalam hitungan empat menit hubungan itu hancur. Kepastian yang tak juga diberikan Doni kepada Kirana perlahan membuat Kirana lelah sendiri. Hingga pada akhirnya ia lebih memilih untuk mengakhiri semuanya. Melupakan impiannya untuk dipinang oleh Doni. Usianya saat itu telah menginjak 26 tahun. Usia merupakan “bom” bagi seorang gadis, maka wajar apabila Kirana kemudian meminta kepastian kepada Doni.

[Book Review] Sokola Rimba


Catatan Butet tentang Sokola Rimba
Sumber: goodreads

Judul : Sokola Rimba
Penulis : Butet Manurung
Penerbit : INSISTPress
Tahun Terbit : 2007
Tebal halaman : xvi + 250 halaman
ISBN : 979-3457-83-X

“Benarkah konvervasi hutan adalah satu-satunya jawaban? Bahwa kalau ada hutan, pasti Orang Rimba hidup bahagia? Hutan thok... tanpa perlu meningkatkan kapasitas mereka?” –halaman 179.

Ya, buku ini memang bercerita mengenai kehidupan Orang Rimba. Hmmm... lebih tepatnya adalah catatan seorang Butet saat mencoba mendekati Orang Rimba untuk mengenal pendidikan. Jika dibilang menginspirasi menurut saya bisa ya, bisa juga tidak. Namun, yang jelas adalah bahwa buku ini menggambarkan realitas tentang masyarakat suku dalam yang selama ini tidak dipahami oleh kita, “orang luar”.
Entahlah, tapi dengan membaca buku ini lagi-lagi saya dihadapkan –dengan lebih jelas, betapa diskriminasi masih sangat kental terjadi di belahan bumi ini, termasuk diskriminasi suku. Suku dalam atau orang pedalaman selalu dianggap terbelakang. Padahal menurut saya tak begitu. Namun, bisa jadi begitu jika dihadapkan pada konteks teknologi yang ada saat ini. Intinya adalah bahwa sebetulnya bukanlah hak kita untuk mengatakan suatu kaum terbelakang atau sebaliknya.

[Book Review] Sherlock Holmes: Anjing Iblis dari Baskerville


Kutukan Anjing Iblis Bagi Keturunan Baskerville
Sumber: goodreads

Judul : Sherlock Holmes (Anjing Iblis dari Baskerville)
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit : Laksana
Tahun Terbit : Oktober 2014
Tebal Halaman : 264 halaman
ISBN : 978-602-255-659-6
Cerita berawal dari seorang tamu asing yang teledor meninggalkan tongkat jalannya di rumah Holmes. Keesokan harinya, di samping ingin mengambil tongkat jalannya si pemilik ternyata datang dengan sebuah kasus cukup pelik yang minta untuk segera diselesaikan. Si tamu datang dengan membawa sebuah manuskrip kuno dengan harapan dapat memberi secercah petunjuk bagi Holmes untuk dapat segera menyelesaikan kasus tersebut.
Lepas dari kedatangan tamu tersebut ke rumah Holmes, lalu datanglah Sir Henry –salah satu keturunan dari Baskerville. Bersama si pemilik tongkat ia pun berkunjung ke rumah Holmes. Singkatnya, ia kemudian tinggal di rumah warisan tersebut dengan ditemani oleh Watson –asisten Holmes. Tujuan Sir Henry untuk datang ke Baskerville sendiri tak lain adalah untuk mengurus warisan satu-satunya dan terbesar dari keturunan sebelumnya. Sedangkan, tugas Watson di sana –di Baskerville menemani Sir Henry, tak lain untuk melaporkan segala peristiwa dan perkembangan-perkembangan yang terjadi. Sedikit demi sedikit pada akhirnya pun fakta-fakta mulai bermunculan.

[Book Review] Rindu


Lima Kisah dalam Sebuah Perjalanan Panjang Kerinduan
Sumber: goodreads

Judul : Rindu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun terbit : Cetakan IV, November 2014
Jumlah halaman : ii + 544 halaman
ISBN : 978-602-8997-90-4
“Maka jangan pernah merusak diri sendiri. Kita boleh jadi benci atas kehidupan ini. Boleh kecewa. Boleh marah. Tapi ingatlah nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. Akan dia rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba di pelabuhan terakhir. Maka, jangan rusak kapal kehidupan milik kau, hingga dia tiba di dermaga terakhirnya.” – halaman 284.

Sebelum menuliskan lebih jauh, izinkan saya terlebih dahulu untuk mengungkapkan kesan saya seusai membaca novel ini. Lega. Itulah kata yang pertama kalinya muncul dalam pikiran saya ketika saya telah selesai membacanya. Entah apa sebab pastinya, yang pasti rasa lega tak terkira bercampur dengan bahagia menguar begitu saja saat itu.
Akan tetapi, di sisi lain harus saya katakan bahwa saya kecewa. Ketika membaca blurb di belakang ekspetasi saya sangatlah tinggi. Namun, pada akhirnya –mohon maaf, ternyata “Rindu” ini kurang sesuai dengan ekspetasi yang saya harapkan. Ah!

[Book Review] Queen


Queen: Kembali dan Hadapi, Bukan Menghindari
Sumber: goodreads

Judul : Queen
Penulis : Niena Sarowati
Penerbit : Senja
Tahun terbit : 2014
Jumlah halaman : 300 halaman
ISBN : 978-602-296-026-3
“Jangan kamu jadikan masalahmu sebagai tembok besar yang sulit bikin kamu bergerak.... Setiap manusia pasti punya masalah. Dan, masalah itu ada untuk kita hadapi. Kita cari jalan keluarnya... Jika satu masalah kamu hindari, maka akan muncul masalah baru.” – halaman 176.

Sebelumnya, saya pikir, tak perlulah rasanya saya menuliskan panjang lebar mengenai sinopsis cerita. Sebab, jika sebelumnya kalian membaca blurb-nya, maka –dengan cepat, kalian akan segera tahu isi cerita di dalamnya. Ya, lari dari suatu masalah. Itulah yang pernah dilakukan oleh Queen. Sakit hati –karena merasa dikhianati, membawanya pergi dari Jakarta ke Bandung. Tempat di mana tak ada satu pun sanak saudara yang tinggal. Meski tak lagi asing, namun baginya Bandung tetaplah tempat baru. Atmosfer baru, lingkungan baru, serta orang-orang yang tentunya baru.
Dengan perginya ia ke Bandung, ia berharap bisa melupakan kejadian pahit yang ia alami sebelumnya. Di Bandung, ia mengalokasikan waktunya untuk segala kegiatan yang bermanfaat. Ia berbagi kasih sayang dan sukarela ikut mengurus anak-anak pada sebuah panti asuhan serta ikut dalam sebuah komunitas yang membimbing anak jalanan.

[Book Review] Mata yang Enak Dipandang


Si Kuning, Sederhana Namun Tetap Menawan
Sumber: goodreads

Judul : Mata yang Enak Dipandang
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2013
Jumlah halaman : 216 halaman
ISBN : 978-602-03-0045-0
“Ya, kukira betul; mata orang yang suka memberi memang enak dipandang.” – halaman 14.

Seperti biasanya. Dan seperti sebelum-sebelumnya. Tulisan Ahmad Tohari selalu sederhana, namun mampu membuat kita –para pembacanya, terbius oleh setiap ceritanya. Cerita di dalamnya cenderung mengalir pelan. Konfliknya pun tak selalu tajam. Akan tetapi, pada akhirnya emosi pembaca tetap akan ‘termainkan’. Plot yang naik-turun akan jelas dirasakan oleh pembaca.
Saya pribadi tidak terlalu mau berkomentar banyak soal buku Ahmad Tohari yang satu ini. Bagian konten sudah saya utarakan di atas tadi. Selain tentunya kisah yang disuguhkan di dalamnya, satu yang saya suka dari buku ini adalah cover-nya. Sejujurnya, kuning merupakan warna yang paling saya benci sebab bagi saya warna tersebut terlalu menyakitkan mata. Namun, tidak begitu dengan warna kuning pada sampul ini. Saya justru melihat warna sampul ini begitu syahdu.

[Book Review] Gelombang


Surat untuk Alfa Sagala
Sumber: goodreads

Judul : Supernova: Gelombang
Penulis : Dewi ‘dee’ Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun terbit : Oktober 2014
Jumlah halaman : 492 halaman
ISBN : 978-602-291-057-2
Selamat pagi. Selamat siang. Selamat malam, Alfa –di mana pun engkau berada.
Alfa, sejujurnya aku benci. Benci sekali. Aku benci untuk membuat sebuah review dari kisahmu. Maka, pada akhirnya pun kupustuskan untuk membuat surat pendek untukmu saja.
Alfa, bukannya aku (sok) objektif, namun rasanya sulit sekali untuk menghilangkan subjektivisme, bahkan hanya untuk menulis surat ini kepadamu. Membaca kisahmu membuat sisi kritisku mati. Aku tak bisa menghidupkan kesadaranku. Dan pada akhirnya, aku pun hanya mampu membiarkan diriku terseret ke dalam alur yang menenggelamkan.

[Book Review] Stronger than Me


Tentang Ibu, Tentang Perempuan
Sumber: goodreads

Judul : Stronger Than Me
Penulis : Jazim Naira Chand dkk
Penerbit : de Teens
Tahun terbit : Agustus 2014
Jumlah halaman : 252 halaman
ISBN : 978-602-296-004-1
"Beruntunglah engkau yang masih memiliki orang tua…" - halaman 162.

Membahas mengenai sosok orang tua baik ayah maupun ibu sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Bagaimana tidak? Kita ada di dunia ini karena mereka. Kita tumbuh dewasa seperti sekarang ini karena mereka pula. Dengan penuh kesabaran mereka menyuapi kita, merawat kita. Dengan mereka pula kita mulai belajar merangkak, berjalan hingga akhirnya bisa hidup mandiri seperti sekarang ini.