May 25, 2015

[Book Review] Hujan Pertama untuk Aysila


 Aysila yang Hidup untuk Setia

Sumber: goodreads


Judul : Hujan Pertama untuk Aysila
Penulis : Edi AH Iyubenu
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : Maret, 2015
Jumlah Halaman : 184 halaman
ISBN : 978-602-7695-88-7

“Ia hidup hanya untuk setia.” – halaman 17

Aysila.

Aysila Dilara. Seorang gadis cantik yang gemar terbahak. Gadis yang hidup hanya untuk setia. Pertama harus saya kataka n bahwa saya jatuh cinta dengan penokohan Aysila. Sederhana namun memikat hati pembaca.

Jujur saja, kalau saya diharuskan untuk menuliskan jalan cerita yang ada di dalamnya, saya mengalami kebingungan yang sangat. Bagaimana tidak? Buku ini adalah antologi cerita pendek. Di dalamnya terdapat 12 cerpen-cerpen terbaru milik Edi Akhiles.

Yang jelas begini, dalam buku ini penulis banyak menggunakan tokoh dengan nama Aysila, Pamuk, Stefany, dan Akhiles. Di masing-masing judul cerita tak semua cerita dengan tokoh yang bernama sama memiliki kesinambungan jalan cerita. Maka dari itu, sebelumnya saya mau mewanti-wanti dahulu. Jika, nanti kalian membaca cerita yang berbeda dengan tokoh yang sama, belum tentu jalan ceritanya merupakan sambungan dari cerita sebelumnya. Jadi, jangan tekecoh.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa sebagian besar penggambaran dari setiap tokoh dengan nama yang sama tersebut memiliki perwatakan yang sama. Misalnya, untuk Aysila selalu digambarkan dengan watak ceria, gemar terbahak, dan suka menertawakan kesedihan yang dialaminya.

Persamaan kedua ada pada pengangkatan tema cerita. Sekali lagi, meski tak semuanya, namun mayoritas tema yang diangkat pada cerpen-cerpen yang ada pada buku ini adalah tentang perpisahaan dan kesetiaan. Mungkin jika dibayangkan tema tersebut terdengar mainstream. Tetapi, saya sarankan sebelumnya, ketika akan berkomentar akan lebih baik jika kalian membacanya terlebih dahulu.

Selain itu, mayoritas cerita di dalamnya pun tidak bisa ditebak akhirnya. Ada twist tersendiri di setiap ceritanya, salah satu contohnya ada di cerita ke delapan, yaitu “Cerita Kesetiaan Gadis Berponi Curly”. Dan lagi-lagi, tentunya itu poin plus tersendiri bagi buku ini.

Nah, perlu diketahui pula bahwa beberpa cerita di dalamnya ditulis dengan gaya surealis. Ini sedikit mengingatkan saya pada novel-novel yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Beberapa dalam cerita yang ditulis dengan gaya surealis itu pun menurut saya ada yang memiliki pengalegorian yang sangat menarik. Misalnya seperti pada cerita kelima, yakni “Orang-orang yang Mengganti Hatinya dengan Batu”.

Secara keseluruhan, dari semua cerita yang ada saya pribadi paling menyukai cerpen dengan judul “Kue Tart yang Setia Dijaganya”. Bagi saya, cerpen tersebut mengharukan. Terasa mengena. Saya terenyuh akan bagaimana kesetiaan digambarkan dengan memikat di situ. Kesetiaan pada seorang kekasih yang sangat dicintai dan sangat dipercayai.

Untuk segi teknis sendiri, saya cukup puas dengan apa yang ada pada novel ini. Mulai dari tata isi halaman dalamnya yang tidak diberi banyak “aksen”. Kemudian, adanya beberapa ilustrasi yang diberikan pada setiap cerpen di dalamnya. Menurut saya, untuk pemberian ilustrasi ini merupakan poin lebih yang ada pada buku ini karena jika dilihat dari novel-novel yang ada di pasaran saat ini masih sangat jarang novel yang memberikan sketsa ilustrasi cerita di dalamnya. Tapi, anyway tentang pemberian ilustrasi yang ada pada buku ini mengingatkan saya akan novel terfavorit saya, yakni Pulang milik Leila S. C.

Untuk segi sampul, saya suka dengan tone warna yang digunakan. Rasanya terlihat syahdu. Dan lagi, kalau saya pikir-pikir yang menarik dari segi sampul di sini adalah penggunaan jenis huruf untuk judulnya. Menurut saya jenis huruf yang digunakan cukup mengundang.


Jadi, selamat membaca!

No comments:

Post a Comment