May 22, 2015

[Book Review] Twivortiare 2


Her Happy Ending
Sumber: goodreads

Judul : Twivortiare 2
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 488 halaman
ISBN : 978-602-03-1136-4

“You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself”



Sudah pernah membaca Divortiare? Twivortiare? Nah, intinya sama. Novel ini berisi tentang kehidupan sehari-hari dari Alex dan Beno.

Bedanya, kalau Divortiare fokus ceritanya ada pada masa di mana Alex dan Beno cerai. Format penulisannya pun ditulis seperti novel kebanyakan. Sedangkan, Twivortiare fokusnya ada pada masa di mana Alex dan Beno menikah (untuk yang kedua kalinya) dan akhirnya memiliki anak pertama. Ceritanya ditulis dengan format persis ketika kita mainan twitter --sama kaya Twivortiare. Iya, jadi di situ seolah kita sebagai pembaca diajak mengintip kehidupan Alex dan Beno sehari-hari –lewat kacamata Alex. Hanya saja, di novel terbarunya Ika Natassa ini diselipkan format penceritaan via path, sms, dan whatsapp juga.
Sejujurnya saya bingung harus menulis apa jika disuruh untuk meresensi novel ini, hehehe. Satu hal yang paling saya suka dari novel ini sih ada pada bagian akhir ceritanya. Menurut saya, it’s so sweet. Sketsa di mana Beno meluk anaknya adalah bagian favorit saya. Ha....rasanya speechless gitu ngeliatnya. Akhirnya, lengkap sudah kebahagiaan dalam hidup Alex.
Iya, saya tahu itu cuma gambar. Iya, saya tahu ini berlebihan. But, ya I don’t know. I just...saya hanya merasa kalau saya masuk ke dalam ceritanya. Dan saya yakin tidak sedikit pembaca lain diluar sana yang juga ikut merasakan apa yang saya rasa. Dan menurut saya pribadi, salah satu kriteria sebuah cerita itu sukses adalah di mana pembacanya bisa ikut masuk ke dalam cerita dan ikut merasakan emosi para tokohnya, aren’t I?
Untuk bahasanya sendiri, sih, ringan banget. Tapi, justru itu. Siapa juga yang minta bahasanya dibuat “berat”. Yang ada bukannya jadi hiburan, malah bikin pusing hehehe. But, harus saya akui kalau sebetulnya saya kurang suka sama novel Ika yang satu ini --dibanding novel-novel sebelumnya. Menurut saya, novel ini sedikit terkesan dipaksakan dan berlebihan. Bukan bermaksud menyinggung pihak manapun, ya. Saya pribadi beranggapan kalau kisah antara Beno dengan Alex memang seharusnya "dihentikan" saja di Twivortiare.
Secara keseluruhan, jika kalian pernah membaca cerita-cerita yang pernah ditulis oleh Ika Natassa sebelumnya, kurang lebih semuanya –mulai dari gaya bahasa, penokohan, dan lain sebagainya, tidak jauh berbeda. Kalau saya bilang, sih, ini Ika Natassa banget. Gayanya khas. Dan, menurut saya inilah salah satu kelebihan Ika, yakni memiliki gaya yang khas.
Akhirnya, selamat membaca!

No comments:

Post a Comment