April 4, 2016

Judge

Sumber: favim.com

"Tapi siapa kita sehingga berhak menghakimi perasaan mahluk lain?"

- O, Eka Kurniawan

Ngomong-ngomong, ulasan novel O sudah saya tulis di link ini :)

April 2, 2016

[Book Review] Distance Blues

Sumber: Goodreads

Judul: Distance Blues
Penulis: Agustine W
Penerbit: Ping
Terbit: 2016
Tebal: 288 halaman
ISBN: 978-602-391-109-7

Setiap orang pasti pernah mengalami ragu, bahkan mungkin sering. Begitu pula dengan Elmi, seorang gadis yang mengalami OCD –Obsessive-Compulsive Disorder. Dalam novel ini dikisahkan bahwa Elmi merasa ragu dengan keputusannya. Apakah menjalin ikatan serius dengan Dirga, sang kekasih, adalah hal yang tepat? Pasalnya, selama ini Dirga terlihat tidak acuh kepada Elmi. Dirga jarang sekali menghubunginya karena alasan sibuk akan pekerjaan. Padahal tidak setiap seminggu sekali mereka bisa bertemu –ya, Dirga dan Elmi adalah pejuan LDR.

Keraguan itu semakin menguat saat Elmi menyadari bahwa dirinya mengalami OCD. Mengingat bahwa mamanya sendiri pernah menyangka bahwa ia mengalami gangguan jiwa, ia semakin takut kalau-kalau Dirga tidak bisa menerima kondisinya.

[Book Review] Harmoni


Judul: Harmoni
Penulis: Heruka
Penerbit: de Teens
Terbit: April 2016
Tebal: 240 halaman
ISBN: 978-602-296-299-4

Menulis, apapun itu jenisnya –fiksi maupun non-fiksi– saya pikir sama-sama sulit. Masing-masing memiliki tantangan tersendiri, tak terkecuali dalam menulis novel teenlit. Riset-riset, sekecil apapun itu, pastinya tetap dibutuhkan. Sayangnya, sering kali orang menganggap bahwa novel teenlit itu “kacangan”. Kalah jauh jika dibandingkan dengan kualitas novel-novel sastra.

“Setiap penulis pasti memiliki gaya yang berbeda. Dan setiap buku yang ditulisnya pasti memiliki segmen masing-masing. Kita nggak bisa membandingkan novel teenlit dengan novel-novel sastra karena ... keduanya berada di jalur yang berbeda,” – halaman 107.

[Book Review] Garnish


Judul: Garnish
Penulis: Mashdar Zainal
Penerbit: de Teens
Terbit: April 2016
Tebal: 220 halaman
ISBN: 978-602-391-126-4

“Betapa Tuhan menciptakan manusia dengan kesempurnaannya masing-masing, dengan passion-nya masing-masing. Maka, menjegal passion seseorang supaya menekuni passion yang lainnya adalah hal terkejam di dunia ... seperti memaksa seseorang berganti wajah ... memerkosa ... membunuh.” – halaman 100.

Dalam tatanan hidup di masyarakat, ada sebuah kontruksi sosial yang sering kali membuat kita merasa jengah. Misalnya, laki-laki tidak seharusnya mengurusi masalah domestik, mereka lebih cocok berada di ranah publik. Sebaliknya, perempuan baiknya berada di ranah domestik, bukannya di ranah publik.