October 31, 2015

[Book Review] Comedy Apparition

Sumber: Goodreads

Judul : Comedy Apparition
Penulis : Ginger Elyse Shelley
Penerbit : Laksana
Tahun terbit : 2015
Tebal : 244 halaman
ISBN : 978-602-7933-87-3

Detik pertama saya mendapatkan buku ini, saya pikir ini adalah buku terjemahan. Dugaan saya tersebut juga diperkuat oleh nama sang penulis yang “kebarat-baratan”. Eh, namun ternyata bukan. Meski mulai dari tema, judul, latar, tokoh hingga gaya penceritaan mirip dengan buku terjemahan, tetapi buku ini dibuat oleh orang Indonesia.

            Buku ini berkisah tentang keluarga Seer yang beranggotakan duabelas orang. Sang ayah bernama Wolf Seer, seorang Dosen Filosofi Universitas Parker. Sementara itu, sang ibu bernama Galleg Hembourg, seorang penulis yang novelnya tidak pernah laku. Lalu, sisanya? Ya, bisa ditebak bahwa sepuluh anggota lainnya adalah anak-anak Wolf dan Galleg.

October 18, 2015

Menyerah

Sumber: Pinterest


Hingga pada akhirnya,
aku memilih untuk menyerah,
sebab semakin aku berusaha melawan ingatan,
memilih untuk melupakan,
maka semakin liarlah kenangan yang bermunculan.

Mereka saling bertubrukan.
Mereka saling berhantaman.


***

Selamat,
sebab akhirnya aku kalah,
dan kamu telah memenangkan pertandingan perasaan.


***

Akhirnya, selamat tinggal, Pemenang Perasaan.

[Book Review] 7 Kisah Klasik Poe

Sumber: Goodreads

Judul : 7 Kisah Klasik
Penulis : Edgar Allan Poe
Penerjemah : Dion Yulianto dan Slamat P. Sinambela
Penerbit : Diva Press
Terbit : September 2015
Tebal : 204 halaman
ISBN : 978-602-255-968-9

Bagi para penikmat karya-karya sastra, nama Egdar Allan Poe pastilah tidak asing lagi di telinga. Begitupun dengan saya. Akan tetapi, baru di bulan inilah saya berkesempatan untuk membaca karyanya. Ternyata karyanya –yang ada di buku ini tepatnya– identik dengan hal-hal yang “gelap”, sedikit horor, dan penuh teka-teki. Gaya berceritanya pun terkadang terlalu bertele-tele, misalnya saja seperti pada cerpen yang berjudul “Kucing Hitam” dan “William Wilson”. Sebetulnya pula, kalau dilihat-lihat –dari sudut pandang pribadi saya– jalan cerita cerpen-cerpennya terkadang rumit, kadang agak kurang bisa dipahami apa value yang penulis ingin sampaikan. Tapi di sisi lain, secara bersamaan, si penulis juga berusaha menyuguhkan jalan cerita yang sesederhana mungkin.

[Book Review] Telepon Misterius


Teka-teki Telepon Misterius

Sumber: Goodreads

Judul : Telepon Misterius
Penulis : Riani Suhandi
Penerbit : PING!!!
Terbit : 2015
Tebal : 184 halaman
ISBN : 978-602-296-145-1

“Terkadang, aku berpikir kalau telepon misterius itu ibarat kematian. Keberadaannya menyadarkanku kalau kehidupan di dunia ini hanyalah sementara ... tidak ada waktu untuk bermain-main dengan waktu. Karena, bisa saja selanjutnya akulah korban teror telepon misterius itu.” – halaman 91.

Awalnya, saya agak ragu untuk membaca novel ini. Jujur, saya kurang suka dengan hal-hal yang berbau horor. Tapi, ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk segera membacanya saja, ternyata kehororan di dalamnya tidak seperti yang saya bayangkan. Horornya memang ada, tapi sebetulnya –bagi saya– lebih cenderung ke pemecahan misteri. Ya, setipe dengan novel Konstantinopel.

October 11, 2015

Tugas 2


Televisi sebagai Ruang Publik (yang Menjelma Ruang Privat):
Komersialisasi Kehidupan Selebritis melalui Tayangan Infotainmen
pada Stasiun Televisi di Indonesia

Sumber: www.tabloidbintang.com

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komersialisasi adalah perbuatan menjadikan sesuatu sebagai barang dagangan. Secara kasar dapat dikatakan bahwa komersialisasi merupakan suatu hal yang menekankan pada aspek profit. Jika, ditarik ke dalam isu media, maka komersialisasi tersebut dapat diartikan sebagai pergeseran fungsi media massa ke arah “yang penting dapat untung banyak” dan kurang memperhatikan kualitas tayangan yang “diperjualkan”. Jika sudah begitu, maka yang pasti mengalami kerugian adalah publik karena hak mereka untuk mendapatkan tayangan bermutu pun hilang.

Nah, berkaitan dengan komersialisasi itu sendiri di dalam dunia penyiaran ada banyak contohnya. Salah satunya adalah komersialisasi ruang privat yang dibungkus dalam tayangan infotainmen di televisi. Di mana kehidupan pribadi seseorang, seperti kisah pernikahan, melahirkan, maupun perceraian, diekspos habis-habisan oleh media untuk dijual kepada pengiklan. Terlebih jika publik figur yang bersangkutan memiliki nama “besar”, Raffi Ahmad misalnya, sudah pasti media akan dengan senang hati mengejar informasi tersebut.

October 4, 2015

[Book Review] Saya ❤ Indonesia

Sumber: Goodreads

Judul : Saya Indonesia
Penulis : Isman H. Suryaman, Andi Gunawan, Sammy ‘not a slim boy’, Miund
Penerbit : mediakita
Tahun terbit : 2012
Tebal : vi + 174 halaman
ISBN : 979-794-368-2

Buku ini merupakan hasil kolaborasi dari Isman Suryaman, Ndigun, Sammy ‘not a slim boy’, dan Miund –yang mana keempatnya adalah komika. Eittts! Tapi, jangan salah, ini bukanlah buku yang berisi materi panggung mereka. Buku ini lebih menyerupai “catatan” yang akan membuka kesadaran kita mengenai Indonesia. Kesadaran terhadap hal-hal kecil yang sering tidak kita acuhkan di Indonesia.