December 8, 2016

yang hatinya telah berpunya

Sumber: Favim

lucu rasanya
ketika aku bertanya: ada apa dan kenapa
kepada diriku sendiri

pertanyaan itu seolah membuatku menjadi bodoh
karena, senyatanya, aku telah mengetahui jawabannya
hanya saja tak mau mengakuinya
dan malah memilih menjadi buta

munculnya secuil kesadaran bahwa
aku telah jatuh hati
justru memukulku dengan telak
sebab aku jatuh

pada seseorang yang hatinya telah berpunya

October 26, 2016

I was wrong, I just feel pain

Sumber: tumblr

Sore ini hujan,
aku terjebak dan tak bisa pulang,
yang kulakukan hanya berdiam,
di sebuah sudut ruang yang temaram.

Hujan,
menuntunku kembali memutar ingatan,
tentang masa senang,
dan juga masa kelam,
tentang bahagia dan juga kesedihan.

October 12, 2016

Karena Dia Sudah Lebih Dulu

Sumber: tumblr.com



“Apa pernah aku menuntut kamu? Apa pernah aku memintamu untuk meluangkan waktumu, khusus, hanya untukku? Kumohon, ingatlah kembali! Sama sekali tidak pernah, bukan?”

"..."

“Aku bisa saja berlaku jahat. Aku bisa saja semena-mena terhadapnya. Tapi itu tidak kulakukan. Selama ini aku menahan diriku sekuat mungkin. Aku masih menahan diriku, asal kau tahu itu! Aku tak pernah minta untuk kau menemaniku. Aku tak pernah minta untuk kau memelukku, menemani tidurku.”

October 11, 2016

Tanya yang Tak Pernah Terjawab

Sumber: tumblr

(I) 
Malam lalu, kita kembali bertemu
untuk melepas rindu, katamu
aku bersandar di dadamu,
sembari memeluk erat pinggangmu
sementara kau mengusap kepalaku
membelai tiap helai rambutku yang tergerai.

Saat itu, kita terjebak dalam kesunyian
yang tak disangka justru menemtramkan.
Kita berdua diam,
hanya hembusan nafas yang terdengar,
pelan,
sunyi,
tentram.

September 27, 2016

Semu

Sumber: tumblr


1
Sampai di titik ini,
ijinkan aku untuk memilih menjadi buta,
ijinkan aku, sekali saja, untuk berpura-pura tidak tahu,
ijinkan aku merasa bahagia untuk sementara waktu,
meski kutahu, pada akhirnya, hanya akan berakhir semu.


2
Hanya satu tanyaku padamu:
Bagaimana kita akan menyelesaikan ini?


3
Yang menyakitkan bagiku adalah
bahwa segala yang sudah terjadi selama ini bukanlah apa-apa bagimu.

September 18, 2016

Ada Aku, Teman Baikmu

Sumber: tumblr

“Adakah seseorang yang melarangmu menangis?”

“...”

“Lalu, mengapa tidak kau menangis saja?”

“...”

“Mengapa kau hanya diam saja? Mengapa kau harus menyimpan semuanya rapat-rapat, sendirian? Kau tahu? Kau terlalu keras terhadap dirimu sendiri! Kau merasa kuat, padahal tidak sama sekali. Kamu itu sok kuat!”

“...”

“Hei, kamu punya teman! Kamu punya aku, dan akan selalu punya aku, yang akan selalu menyediakan diri untukmu. Bahu dan pundak yang sanggup menopangmu tubuhmu. Tangan yang akan merangkulmu. Telinga yang akan mendengarkan segala keluh kesahmu. Mulut yang tak akan menghakimimu. Menangislah jika kau merasa akan lebih baik setelahnya. Berteriaklah jika kau merasa itu dapat melepas semua bebanmu. Lakukanlah apapun yang ingin kau lakukan. Setidaknya, sekali ini saja, kumohon, bebaskanlah dirimu. Jangan kau belenggukan dirimu sendiri.”

“...”

“Satu hal yang harus selalu kau tahu dan ingat, kau tak sendiri, kau punya aku. Teman baikmu.”

September 16, 2016

Pikiran, Hati, dan Waktu

Sumber: tumblr.com

Kita telah sama-sama tahu,
kita telah sama-sama sadar,
bahwa masing-masing dari kita butuh waktu
untuk menata pikiran dan kepingan hati,
bukan begitu?

Maka,
mestinya kau tahu
bahwa
diamku kepadamu bukan berarti aku tak acuh padamu.
Justru sebaliknya.
Aku memberikanmu (dan juga aku, tentu) waktu,
untuk berpikir.
Waktu,
untuk menata hati.
Agar semua jelas kembali.

Dan berbicara untung rugi,
oh, kumohon!
Bisakah poin yang satu ini dilupakan?
Karena dari apa yang telah terjadi,
maaf sebanyak apapun,
tak akan bisa membuat goresan yang terpatri hilang tak berbekas.

September 11, 2016

[Book Review] Beranda Angin

Sumber: goodreads.com


Judul: Beranda Angin
Penulis: Randu Alamsyah
Penerbit: Diva Press
Terbit: Agustus 2016
Tebal: 328 halaman
ISBN: 978-602-391-203-2

“... mengapa masih ada orang yang tega mengambil sisa-sisa kebahagiaan orang yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi di hidupnya?” – halaman 108.

Beranda Angin berkisah mengenai lika-liku kehidupan Lando yang penuh dengan kerikil-kerikil tajam. Sedari kecil, Lando yang merupakan anak semata wayang dibesarkan oleh ayah dan ibu yang berbeda agama –sang ibu beribadah di gereja, sedangkan sang ayah di masjid. Meski sempat menuai konflik di keluarga besar masing-masing, tapi nyatanya kehidupan Lando dan ayah-ibunya tetaplah bahagia.

August 29, 2016

[Book Review] Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah

Sumber: goodreads

Judul: Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah
Penulis: Hamsad Rangkuti
Penerbit: Senja
Terbit: 2016
Tebal: 224 halaman
ISBN: 978-602-391-174-5


Buku berjudul Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah ini merupakan sebuah antologi cerpen. Di dalamnya terdapat lima belas cerpen yang sebelumnya sudah diterbitkan di berbagai media –kecuali cerpen yang berjudul “Untuk Siapa Kau Bersiul”.

Terlepas dari apakah nyambung atau tidak dengan isinya secara keseluruhan, saya pribadi cukup menyukai tone kover yang digunakan oleh buku ini. Sederhana namun manis –tidak seperti cerita-cerita di dalamnya yang sering kali berakhir tragis. Tata letak pada halaman dalamnya pun terbilang rapi. Overall, dari segi keterbacaan, menurut saya, tidak ada masalah sama sekali.

August 27, 2016

[Book Review] Me vs Daddy

Sumber: goodreads

Judul: Me vs Daddy
Penulis: Sayfullan
Penerbit: deTeens
Terbit: Agustus 2016
Tebal: 220 halaman
ISBN: 978-602-391-202-5

Novel ini berkisah tentang jalan hidup Karel Marinka, seorang laki-laki berwajah cantik dan bermata lembut yang memiliki prestasi bagus di bidang pastry. Kecintaan Karel sedari kecil terhadap kue kering berbentuk panjang berisi pasta –eclair– membuatnya berkeinginan untuk memiliki sebuah kedai kopi dan toko kue. Namun, dengan keras keinginan Karel itu ditentang oleh sang ayah. Ayahnya, Marvin Marinka –yang berperawakan tinggi, dan berwajah tampan serta memiliki garis rahang yang tegas–, ingin agar Karel terjun dan meneruskan bisnis yang telah dibangunnya sedari lama di bidang properti.

Meski begitu,  mengetahui bahwa sang ayah menentangnya habis-habisan, Karel tidak diam begitu saja. Ia tetap ngotot memerjuangkan mimpinya agar terwujud. Hingga pada akhirnya, terjadilah kesepakatan antara anak dan ayah tersebut. Keduanya masuk dalam sebuah “pertaruhan” dan Karel harus bisa membuktikan kemampuannya. Sebab, jika tidak, maka konsekuensi berat menunggunya.

August 22, 2016

Dini, Hati


"Terlalu jauh untuk mengingkari segala yang terjadi. Namun, masih terlalu dini untuk menghakimi diri. Tapi, yang kutahu, baik kamu maupun aku, kita berdua sadar bahwa tidak seharusnya ini semua berjalan seperti ini."

"Tapi, bisa apa kita kalau sudah diperbudak hati?"

Sumber: tumblr.com

June 15, 2016

[Book Review] Somewhere Called Home

Sumber: Goodreads

Judul: Somewhere Called Home
Penulis: Dhamala Shobita
Penerbit: de Teens
Terbit: Juni 2016
Tebal: 260 halaman
ISBN: 978-602-391-178-3

Berbicara mengenai rumah, apa sih yang muncul di benak kamu saat kata tersebut muncul? Tempat untuk pulang? Sekedar tempat persinggahan? Atau apa?

Jika kamu mengartikan rumah sebagai tempat untuk pulang, yang selalu kamu rindukan saat berada di tanah perantauan, maka tidak demikian dengan Benjamin Murray –seorang suffer dan kontributor lepas sebuah majalah yang berdarah Australia-Indonesia.

“Kenapa Kakak nggak pernah betah di rumah?”
“Mungkin karena ekspetasi Kakak tentang rumah terlalu tinggi dan rumah kita sama sekali jauh dari ekspetasi Kakak itu.” – halaman 204-205.

June 10, 2016

[Book Review] Cafe Lovers

Sumber: blogdivapress.com

Judul: Cafe Lover
Penulis: Rosyidina Afifah
Penerbit: de Teens
Terbit: Juni 2016
Tebal: 268 halaman
ISBN: 978-602-3911-790

Kisah dalam novel ini dimulai dari kejadian di mana kantong belanja Ersen –yang berisi bahan-bahan membuat kue– tertukar dengan kantong belanja seorang gadis bernama Adile Nadi –yang berisi seperangkat peralatan lukis.

Singkat cerita, setelah sebelumnya Ersen mencoba menghubungi Adile beberapa kali, bertemulah keduanya di area Menara Galata untuk mengembalikan kantong belanjaan masing-masing.

[Book Review] Ogomadara Kanojo

Sumber: Goodreads

Judul: Ogomadara Kanojo
Penulis: Zephyr
Penerbit: PING
Terbit: 2016
Tebal: 200 halaman
ISBN: 978-602-391-164-6

Chouko adalah gadis yang terbiasa tidak memiliki teman. Di dalam rumah, ia adalah sosok adik –dari Hayato– sekaligus kakak –bagi Masaru– yang sangat peduli dan perhatian. Namun, ketika di luar, ia seratus delapan puluh persen berbeda, cuek dan dingin. Tak hanya itu, dipandangan teman-temannya, Chouko juga dinilai aneh karena penampilannya yang acak-acakan. Tapi, toh, Chouko tak peduli. Ia sudah terbiasa tidak memiliki teman sejak di sekolah dasar.

Hingga, akhirnya muncullah sosok seorang pemuda bernama Yoshida Shiki –berpembawaan ceria dan baik hati– yang mengubah sebagian hidup Chouko. Awalnya, Chouko selalu memandang Shiki dengan sinis dan tak acuh. Namun, semenjak Shiki membantu mencarikannya pekerjaan paruh waktu, Chouko pun melunak. Dari situ, untuk pertama kalinya, Chouko pun memiliki teman.

May 18, 2016

[Book Review] Koplax Rangers


Judul: Koplax Rangers
Penulis: Amad Kocil
Penerbit: de Teens
Terbit: Mei 2016
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-279-224-6

Jika kalian mencari jawaban atas: "apa arti dari sebuah persahabatan?" dan "bagaimana kita harus memaknainya?", saya pikir sedikit banyak novel ini akan mempu menjawabnya. Ya, Koplax Rangers bercerita tentang persahabatan lima orang mahasiswa. Ada Viona yang cantik dan selalu berpenampilan oke. Lalu, ada pula si Dita yang sedikit tomboy tapi mandiri, dan Gilang yang berhasil bebas dari jeratan narkoba. Serta tak lupa, ada Andra yang berambut gondrong dan berperawakan seperti preman. Dan terakhir si kurus Rehan yang berwatak pendiam dan kurang percaya diri.

Mereka berlima kerap menghabiskan waktu bersama. Biasanya, acara kumpul bareng selalu dilakukan sore sepulang kuliah. Namun, segalanya mulai berubah ketika satu demi satu kebohongan mulai keluar. Segalanya berubah ketika satu persatu dari mereka mulai tidak terbuka. Akibatnya, timbullah kesalahpahaman, yang siapa sangka akan menghancurkan semuanya, bahkan hingga merenggut nyawa.

May 17, 2016

[Book Review] Maple Terakhir

Sumber: Goodreads

Judul: Maple Terakhir
Penulis: Aning Lacya
Penerbit: PING
Terbit: 2016
Tebal: 188 halaman
ISBN: 978-602-407-002-1

“Aku tidak menganggap (masa lalu) penting atau tidak. Tapi ... kita bisa belajar dari sana. Bukan seberapa pentingnya, tapi seberapa jauh kamu belajar darinya.” – halaman 134.

Betapapun pahitnya atau manisnya sebuah kenangan, apapun yang sudah terjadi, sampai kapanpun tak akan bisa kita ubah. Karenanya, tak perlulah sebenarnya kita berlarut-larut untuk menyesalinya –jika kenangan yang dimaksudkan buruk. Jangan pula terlampau larut dalam kebahagiaan hingga lupa bahwa roda hidup terus berputar. Mau pahit atau manis, satu hal yang perlu dicamkan adalah seberapa jauh kamu belajar dari pengalaman pahit dan manis itu. Jika pahit, jadikan kepahitan itu sebagai cambuk agar kamu bisa lebih maju. Sebaliknya, jika manis, jadikanlah itu sebagai penguat motivasimu agar terus dan selalu lebih baik lagi.

April 4, 2016

Judge

Sumber: favim.com

"Tapi siapa kita sehingga berhak menghakimi perasaan mahluk lain?"

- O, Eka Kurniawan

Ngomong-ngomong, ulasan novel O sudah saya tulis di link ini :)

April 2, 2016

[Book Review] Distance Blues

Sumber: Goodreads

Judul: Distance Blues
Penulis: Agustine W
Penerbit: Ping
Terbit: 2016
Tebal: 288 halaman
ISBN: 978-602-391-109-7

Setiap orang pasti pernah mengalami ragu, bahkan mungkin sering. Begitu pula dengan Elmi, seorang gadis yang mengalami OCD –Obsessive-Compulsive Disorder. Dalam novel ini dikisahkan bahwa Elmi merasa ragu dengan keputusannya. Apakah menjalin ikatan serius dengan Dirga, sang kekasih, adalah hal yang tepat? Pasalnya, selama ini Dirga terlihat tidak acuh kepada Elmi. Dirga jarang sekali menghubunginya karena alasan sibuk akan pekerjaan. Padahal tidak setiap seminggu sekali mereka bisa bertemu –ya, Dirga dan Elmi adalah pejuan LDR.

Keraguan itu semakin menguat saat Elmi menyadari bahwa dirinya mengalami OCD. Mengingat bahwa mamanya sendiri pernah menyangka bahwa ia mengalami gangguan jiwa, ia semakin takut kalau-kalau Dirga tidak bisa menerima kondisinya.

[Book Review] Harmoni


Judul: Harmoni
Penulis: Heruka
Penerbit: de Teens
Terbit: April 2016
Tebal: 240 halaman
ISBN: 978-602-296-299-4

Menulis, apapun itu jenisnya –fiksi maupun non-fiksi– saya pikir sama-sama sulit. Masing-masing memiliki tantangan tersendiri, tak terkecuali dalam menulis novel teenlit. Riset-riset, sekecil apapun itu, pastinya tetap dibutuhkan. Sayangnya, sering kali orang menganggap bahwa novel teenlit itu “kacangan”. Kalah jauh jika dibandingkan dengan kualitas novel-novel sastra.

“Setiap penulis pasti memiliki gaya yang berbeda. Dan setiap buku yang ditulisnya pasti memiliki segmen masing-masing. Kita nggak bisa membandingkan novel teenlit dengan novel-novel sastra karena ... keduanya berada di jalur yang berbeda,” – halaman 107.

[Book Review] Garnish


Judul: Garnish
Penulis: Mashdar Zainal
Penerbit: de Teens
Terbit: April 2016
Tebal: 220 halaman
ISBN: 978-602-391-126-4

“Betapa Tuhan menciptakan manusia dengan kesempurnaannya masing-masing, dengan passion-nya masing-masing. Maka, menjegal passion seseorang supaya menekuni passion yang lainnya adalah hal terkejam di dunia ... seperti memaksa seseorang berganti wajah ... memerkosa ... membunuh.” – halaman 100.

Dalam tatanan hidup di masyarakat, ada sebuah kontruksi sosial yang sering kali membuat kita merasa jengah. Misalnya, laki-laki tidak seharusnya mengurusi masalah domestik, mereka lebih cocok berada di ranah publik. Sebaliknya, perempuan baiknya berada di ranah domestik, bukannya di ranah publik.

March 20, 2016

bacasaja, Sebuah Proyek Baru

Saya setuju bahwasanya tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, apapun itu.

Perkenalkan, proyek terbaru saya –bersama dua orang teman– yang diberi nama bacasaja.
Akhirnya, keinginan yang sudah dipendam selama dua tahun lamanya terwujud juga. Meski “formatnya” bukan personal, tapi saya pikir tidak masalah. Toh,kami bertiga memiliki keinginan yang lebih kurang sama.

Dari saya pribadi, keinginan memiliki jurnal daring yang berkonten soal buku didasari atas kesukaan saya membaca buku fiksi. Saya pikir, rugi rasanya kalau cuma membaca. Tak ada manfaat lebihnya. “Piye nek misal aku gawe website sik isine review buku?” begitu pikir saya waktu itu. Setidaknya, dengan meresensi buku, itu bisa jadi sebuah nilai lebih. Untuk menjadi “panduan” dalam membeli buku, misalnya.

March 6, 2016

Balas Dendam dalam Diam

Sumber: lovethispic.com

“Kira-kira, apa alasan seseorang tak menjawab pesanmu?”

“Mmm... sibuk.”

“Kau yakin? Bagaimana jika ia mendiamkanmu?”

“Oh, aku tak tahu.”

March 5, 2016

[Book Review] Cinta Tak Kenal Batas Waktu


Judul : Cinta Tak Kenal Batas Waktu
Penulis : Wulan Murti
Penerbit : Senja
Terbit : 2016
Tebal : 212 halaman
ISBN : 978-602-391-091-5

“... mengapa aku selalu menapaki tilas? Untungnya apa aku mengulang kenangan sendirian? Untuk apa semua ini? apa arti tapak tilasku?” – halaman 61.

Candra adalah seorang gadis yang ditinggalkan oleh kekasihnya. Bukan ditinggal karena diduakan, melainkan karena kematian. Meski sudah setahun berlalu, namun Candra belum bisa sepenuhnya menerima kepergian Fabian. Itu sebabnya, ia masih sering pergi ke Bandung, untuk mengunjungi makam Fabian dan menapak tilasi setiap tempat yang penuh kenangan antara ia dan kekasihnya. Bagaimana pun, ia masih merasa bahwa Fabian masih ada di sampingnya.

[Book Review] Kasta, Kita, Kata-kata

Seorang Gadis yang Berteman dengan Ketidaknormalan



Judul : Kasta, Kita, Kata-kata
Penulis : Ardila Chaka
Penerbit : PING
Terbit : 2016
Tebal : 188 halaman
ISBN : 978-602-296-183-3

Adanya kesamaan rima, membuat judul novel ini terdengar menarik. Begitu pula dengan konsep ceritanya –yang sebetulnya sederhana. Kasta, Kita, Kata-kata berkisah tentang sepasang teman yang saling melengkapi. Ajeng dengan kekurangannya dan Galih dengan kepeduliannya.

Awalnya, Ajeng adalah seorang anak yang normal. Bertangan dan berkaki dua, berbedan tegap, dapat melihat, mendengar, dan merasakan. Namun, sewaktu ia berumur sekitar 3-4 tahun, ia mengalami demam tinggi yang kemudian membuatnya sulit untuk bicara. Saat itu, orangtuanya tak mampu membawanya ke dokter. Jadilah ia dibawa ke dukun, kata sang dukun Ajeng kena tulah.

February 17, 2016

Sudah Saatnya Melepas

Sumber: tumblr

“Kok, kamu malah senang?”

“Jelas. Gimana bisa kamu sedih ketika melihat temanmu akhirnya lulus kuliah?”

“Lulus...berarti kan dia masuk ke jenjang hidup yang berikutnya....”

“Ah, aku paham maksudmu. Dia lulus, dan aku masih begini dan di sini, begitu? Akan semakin jarang bertemu, begitu? Bukannya sebelumnya kami juga jarang bertemu, hanya pada kesempatan-kesempatan tertentu saja? Tentu hal itu bukan suatu masalah buatku.”

February 8, 2016

[Book Review] Norwegian Wood

Kisah-kisah dalam Ingatan Watanabe

Sumber: Goodreads

Judul : Norwegian Wood
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan : kelima, Februari 2015
Tebal : iv + 423 halaman
ISBN : 978-979-91-0835-7

“Memikirkan hal itu aku merasa nelangsa, karena Naoko tidak mencintaiku samasekali.” – halaman 12.

Sebagai awalan, saya harus membuat pengakuan terlebih dahulu. Jujur, saya merasa berat untuk membaca novel ini –padahal sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh seorang teman mengenai ciri khas tulisan Murakami. Bukan karena isinya ataupun pilihan diksinya, melainkan alurnya yang berjalan lambat dan terkadang terlampau datar.

Sebagai seseorang yang tidak menyukai tempo yang pelan, saya merasa agak tersiksa saat membacanya. Namun, saya tidak sampai hati untuk tidak menyelesaikan novel ini. Sebab, saya juga ingin tahu bagaimana cerita berakhir. Singkat kata, butuh waktu hampir empat bulan bagi saya untuk menuntaskan novel ini.

February 2, 2016

[Book Review] Reruntuhan Musim Dingin

Sumber: Goodreads

Judul : Rerentuhan Musim Dingin
Penulis : Sungging Raga
Penerbit : Diva Press
Terbit : Januari 2016
Tebal : 204 halaman
ISBN : 978-602-391-079-3

Reruntuhan Musim Dingin merupakan antologi cerpen. Di dalamnya terdapat 22 buah cerpen yang beberapa di antaranya pernah dimuat dalam surat kabar dan tabloid. Dalam menuliskan cerpen-cerpennya, sang penulis di sini menggunakan diksi yang sederhana. Namun, kesan indah dalam tulisannya tetap ada.

Menurut saya pribadi, aspek yang dijual pada sebagian besar cerpen di dalamnya lebih ke jalan cerita, bukan akhir cerita. Untuk tema sendiri, mayoritas kisah-kisahnya berbicara mengenai cinta dan perpisahan. Menariknya, meski bertema mainstream, kisah-kisah tersebut tidak terkesan picisan. Meski begitu, harus saya akui bahwa kesamaan tema cerita pada cerpen-cerpen Sungging Raga dalam buku ini membuat saya agak bosan.

[Book Review] Interval


Judul : Interval
Penulis : Diasya Kurnia
Penerbit : PING
Terbit : 2016
Tebal : 176 halaman
ISBN : 978-602-391-059-5

“... aku harus berjuang menunjukkan pada mereka kalau tidak semua penari jathil negatif ... kalau semua orang berpikir seperti itu, jathil akan segera lenyap karena tak diminati generasi penerus. Seperti pula kata hatiku, siapa tahu aku bisa menjadi penari profesional ... bukan hanya dari kampung ke kampung. Menjadi terkenal, hingga membuat orangtuaku kembali.” – halaman 16.

Awalnya, saya pikir novel ini berkisah tentang seorang anak yang bercita-cita menjadi penari profesional di tingkat internasional. Namun, dugaan saya rupanya agak meleset. Sebab, Kinanti berharap dengan menjadi penari internasional ia berharap dapat dimudahkan dalam menemukan orangtuanya.

[Book review] Fesyenisheeza


Judul : Fesyenisheeza
Penulis : Nita Lana Faera
Penerbit : Ping
Terbit : 2016
Tebal : 188 halaman
ISBN : 978-602-391-060-1

Novel ini berkisah tentang seorang gadis bernama Sheeza yang bercita-cita menjadi desainer. Meski baru berusia 14 tahun, namun siapa sangka jika kebaya hasil rancangannya dikagumi oleh banyak orang. Salah satunya adalah Bu Lidya, wali kelasnya di sekolah. Semenjak itu, Sheeza pun kebanjiran permintaan untuk membuatkan desain pakaian.

Namun, hidup tak selalu berjalan mulus, bukan? Di tengah kesuksesannya, ada beberapa orang yang ingin menjatuhkannya. Berulang-kali Bianca bersama teman-teman segerombolannya melakukan hal buruk kepada sheeza. Tetapi, seperti peribahasa “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, pada akhirnya apa yang dilakukan Bianca dan gengnya pun ketahuan.

February 1, 2016

[Book Review] Pengakuan Eks Parasit Lajang

Sumber: Goodreads

Judul                : Pengakuan Eks Parasit Lajang
Penulis              : Ayu Utami
Penerbit           : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan           : ketiga, Februari 2015
Tebal               : x + 306 halaman
ISBN                : 978-9779-91-0537-0

Pada akhirnya, ada dua poin utama yang saya dapatkan dari trilogi Parasit Lajang ini, yakni kesetaraan dan kebebasan untuk memilih, apapun itu. Jika, beberapa orang di luar sana menganggap bahwa Ayu terkesan menggurui, saya idak merasa demikian. Penulis di sini hanya mencoba untuk mengungkapkan pemikirannya sekaligus memberikan alternatif. Memang dibutuhkan pemikiran yang terbuka dalam membaca trilogi ini.

Lepas dari itu, poin plus dari buku ini adalah kesan intim yang didapat oleh para pembaca. Ini dapat kita lihat dari penggunaan sudut pandang orang pertama oleh sang penulis. Soal bagaimana gaya penulisan, ah, menurut saya itu tak perlu lagi untuk dibahas. Semua orang yang sudah membaca tulisan Ayu pasti tahu jika tulisannya selalu tegas, tidak bertele-tele, dst, dst.

[Book Review] Cerita Cinta Enrico

Sumber: Goodreads

Judul : Cerita Cinta Enrico
Penulis : Ayu Utami
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan : kedua, Mei 2012
Tebal : vii + 244 halaman
ISBN : 978-979-91-0413-7

Sebelumnya, saya mau bilang kalau Cerita Cinta Enrico –selanjutnya akan saya tulis menjadi CCE– adalah kisah yang paling saya favoritkan di antara trilogi Parasit Lajang. Jika, dua serial yang lain lebih merupakan otobiografi seksualitas dan spiritualitas sang penulis sendiri, tidak dengan yang satu ini –meski unsur seksualitas dan spiritualitas, tentunya, tetap ada.

CCE ditulis dengan sudut pandang orang pertama, melalui “kacamata” seorang lelaki bernama Enrico –yang mana adalah kekasih A. Yang menarik di sini adalah pendekatan yang digunakan Ayu. Seperti kata Butet Kartaredjasa, Ayu berani menelanjangi kisah lelaki tersebut hingga ke akarnya. Tentu hal tersebut menjadi poin plus tersendiri, sebab tak banyak orang yang berani mengisahkan hal yang sangat intim begini. Dan, tak semua orang yang berani mengisahkan juga dapat menulis sebaik Ayu.

Kita sama-sama tahu

Sumber: tumblr.com

Sore lalu, kita kembali bertemu
Kali ini, pertemuan itu telah kita rencanakan terlebih dahulu
Berbeda dengan keseringan pertemuan kita yang lalu-lalu
Yang penuh akan kebetulan dan keramaian
Karena bukan hanya kita –berdua, yang berada di dalamnya
Namun juga teman-temanmu, yang mana juga teman-temanku

Pertemuan yang lalu terasa lebih syahdu
Hanya aku dan kamu, duduk bersisian, menatap keramaian
Sembari melontarkan percakapan tentang masa depan
Tentang pendidikan, tentang pekerjaan
Sayang, kita lupa membahas tentang “ikatan”
Ah, lebih tepatnya tak pernah mau menyinggung hal yang satu itu,
bukan begitu?

Bagimu, dan juga bagiku,
hal itu tidaklah terlalu penting untuk dibahas, bukan begitu?

Toh, kita juga sudah sama-sama tahu, iya kan?