June 15, 2016

[Book Review] Somewhere Called Home

Sumber: Goodreads

Judul: Somewhere Called Home
Penulis: Dhamala Shobita
Penerbit: de Teens
Terbit: Juni 2016
Tebal: 260 halaman
ISBN: 978-602-391-178-3

Berbicara mengenai rumah, apa sih yang muncul di benak kamu saat kata tersebut muncul? Tempat untuk pulang? Sekedar tempat persinggahan? Atau apa?

Jika kamu mengartikan rumah sebagai tempat untuk pulang, yang selalu kamu rindukan saat berada di tanah perantauan, maka tidak demikian dengan Benjamin Murray –seorang suffer dan kontributor lepas sebuah majalah yang berdarah Australia-Indonesia.

“Kenapa Kakak nggak pernah betah di rumah?”
“Mungkin karena ekspetasi Kakak tentang rumah terlalu tinggi dan rumah kita sama sekali jauh dari ekspetasi Kakak itu.” – halaman 204-205.

June 10, 2016

[Book Review] Cafe Lovers

Sumber: blogdivapress.com

Judul: Cafe Lover
Penulis: Rosyidina Afifah
Penerbit: de Teens
Terbit: Juni 2016
Tebal: 268 halaman
ISBN: 978-602-3911-790

Kisah dalam novel ini dimulai dari kejadian di mana kantong belanja Ersen –yang berisi bahan-bahan membuat kue– tertukar dengan kantong belanja seorang gadis bernama Adile Nadi –yang berisi seperangkat peralatan lukis.

Singkat cerita, setelah sebelumnya Ersen mencoba menghubungi Adile beberapa kali, bertemulah keduanya di area Menara Galata untuk mengembalikan kantong belanjaan masing-masing.

[Book Review] Ogomadara Kanojo

Sumber: Goodreads

Judul: Ogomadara Kanojo
Penulis: Zephyr
Penerbit: PING
Terbit: 2016
Tebal: 200 halaman
ISBN: 978-602-391-164-6

Chouko adalah gadis yang terbiasa tidak memiliki teman. Di dalam rumah, ia adalah sosok adik –dari Hayato– sekaligus kakak –bagi Masaru– yang sangat peduli dan perhatian. Namun, ketika di luar, ia seratus delapan puluh persen berbeda, cuek dan dingin. Tak hanya itu, dipandangan teman-temannya, Chouko juga dinilai aneh karena penampilannya yang acak-acakan. Tapi, toh, Chouko tak peduli. Ia sudah terbiasa tidak memiliki teman sejak di sekolah dasar.

Hingga, akhirnya muncullah sosok seorang pemuda bernama Yoshida Shiki –berpembawaan ceria dan baik hati– yang mengubah sebagian hidup Chouko. Awalnya, Chouko selalu memandang Shiki dengan sinis dan tak acuh. Namun, semenjak Shiki membantu mencarikannya pekerjaan paruh waktu, Chouko pun melunak. Dari situ, untuk pertama kalinya, Chouko pun memiliki teman.