July 27, 2015

Kau Benar...

Sumber: Rebloggy

Hembusan angin malam yang kini menelusup kulitku
membuatku menyadari banyak hal.
Menyadari bahwa semua itu benar.
Semua yang kau utarakan padaku di senja waktu itu.

Kau benar bahwa aku memang terlalu tertutup.
Terlalu sering menyendiri.
Tak pernah mau membuka diri.
Serta terlampau takut untuk membuka hati.

[Book Review] Rahvayana 2: Ada yang Tiada

Sumber: Goodreads

Judul : Rahvayana 2
Penulis : Sujiwo Tejo
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan ke- : I, Januari 2015
Tebal halaman : viii + 296 halaman
ISBN : 978-602-291-084-8

Ah, rasanya lama sekali waktu yang saya perlukan untuk menandaskan novel ini. Terhitung sejak Bulan Mei, dan baru selesai di akhir Bulan Juli. Maaf. Tugas-tugas kuliah telah membuat saya sedikit mengabaikanmu, oh, Rahvayana 2.

Langsung ke poin-poinnya saja, ya. Novel ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama, melalui kacamata Rahwana. Saya pribadi lebih menganggap tulisan di dalamnya ditulis dengan format surat –yang (mungkin) tak akan pernah tersampaikan pada Sinta. Pada buku ini, (intinya) diceritakan bahwa Sinta sudah menikah dengan Rama. Selain itu, diceritakan pula tentang perjalanan Rahwana dalam mencari tokoh yang tepat untuk memainkan peran Sinta dalam pementasan Rahvayana.

July 23, 2015

Ia Kembali

Sumber: Pinterest

"Ia kembali," teriak Ara kepadaku.
"Ia kembali," ulangnya sembari menggoyangkan pundakku.
"Ia kembali, Rana," ucap Ara sembari menunjuk sebuah arah dimana akan datangnya seseorang.

Ku tengokkan kepalaku ke arah yang ditunjuk Ara.
Sebuah senyum merah merekah dari bibirnya, bibir orang yang dimaksud Ara.
Ia menyapaku dengan berucap tanpa suara dari kejauhan.

"Akhirnya. Akhirnya penantianmu usai."
Ucapan Ara membuyarkan lamunanku, dan kembali menyadarkanku.

Aku berdiri.
Setengah linglung, tak sadar sepenuhnya apa yang akan kulakukan.
Tapi kakiku berkehendak untuk melangkah.
Kuhampiri seseorang itu.
Ku langkahkan langkah kakiku dengan sedikit tergesa.
Agar dapat segera mendekat padanya.

Dan saat aku telah berada persis di depannya,
ku buka kedua lenganku untuk menyambut pelukannya.

"Maaf," ucapnya.
Ku dongakkan wajahku, hanya sebuah pandang kosong yang tersirat dari mata bulatku.
Aku masih merasa setengah sadar dengan apa yang kuhadapi saat ini.
Aku masih tak mengerti semua ini. 
Hingga ia berkata kembali,
"Maaf telah membuatmu menungguku lama. Kini, aku kembali dan tak akan pergi lagi."

Aku mengerti sekarang.
Aku telah bisa mencerna segalanya sekarang.
Setetes air mata mulai memacu banyak air mata lainnya untuk meluncur dari mataku.
Tak sanggup lagi aku menahan luh dari mataku.
Entah itu air mata bahagia,air mata kerinduan atau air mata akhir dari penantian.
Aku rasa semuanya, semuanya sudah jelas tergambar dari air mataku.

"Aku di sini. Di sini. Di sisimu, di sampingmu dan tak akan pergi lagi," ucapnya.
 

July 7, 2015

Rumit

Sumber: diajengdian.wordpress.com

Dan lagi,
kini aku kembali terjebak dalam sebuah kisah rumit
yang lagi-lagi tak dapat aku hindari.
Ia datang begitu saja tanpa pernah sebelumnya berkompromi.
Ia, yang kutahu, hanya akan berujung pada akhir yang pilu.


July 5, 2015

[Book Review] Supernova: Akar

Perjalanan Bodhi

Sumber: goodreads

Judul : Supernova: Akar
Penulis : Dee Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan ke- : Edisi II, cetakan ketiga, Oktober 2014
Jumlah halaman : viii + 308 halaman
ISBN : 978-602-291-053-4

Ini kali kedua saya membaca Akar. Sebelumnya, di bangku SMA dulu saya pernah juga membacanya. Keputusan saya untuk membaca ulang novel ini tidak lain karena ada seorang teman saya yang memberikan buku ini kepada saya. Dan buat saya apa gunanya buku jika tidak dibaca, jadi –meski saya sudah pernah membaca sebelumnya, saya tetap memutuskan untuk membacanya, hehe.