May 24, 2015

[Book Review] The Chef


Resep dan Kenangan yang Hilang
Sumber: goodreads

Judul : The Chef
Penulis : Hanna Enka
Penerbit : Mazola
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : 288 halaman
ISBN : 978-602-255-689-3

Sampai saat ini, saya masih beranggapan bahwa novel yang menaruh fokus utama terhadap pekerjaan sang tokoh utamanya masih terbilang lebih sedikit daripada novel yang menaruh fokus utama tentang kisah percintaan sang tokoh utama. Jelas, apapun fokusnya, pastilah tak mudah untuk membuat inti cerita di dalamnya tidak “terbiaskan”. Dan saya rasa, itulah tantangan terbesar bagi sang penulisnya.
Nah, kali ini –kali keduanya, saya meresensi novel yang dari sampulnya tertulis kode #NOVELPROFESI. Dengan melihat tulisan tersebut, pastinya sebagian besar dari kita ketika melihatnya akan berasumsi bahwa inti cerita novel tersebut berfokus pada sebuah profesi yang dilakoni oleh sang tokoh utama. Sebelum masuk ke pendapat pribadi saya mengenai novel ini secara keseluruhan, mungkin lebih baik jika saya sedikit menuliskan sinopsis ceritanya.

Feba Clarina adalah tokoh utama dari novel ini. Ia digambarkan sebagai seorang gadis cantik dan berkulit kuning langsat yang ceria, baik hati, serta tidak mudah menyerah. Singkatnya, setelah cukup lama hidup bersama Nenek Sarah, sebuah keputusan besar untuk kembali ke Miami pun akhirnya ia buat. Keputusan sang gadis tersebut untuk kembali ke Miami didasari atas dua hal, yakni meniti karier menjadi koki dan untuk menemukan kenangannya yang hilang, sang pangeran pudingnya.
Perjalanan panjang Feba dalam meraih keduanya –baik meraih cita-cita menjadi koki maupun mencari tahu tentang siapa sosok sang pangeran puding yang sebenarnya, tentu tidaklah mudah. Awalnya, ia pikir ia telah menemukan sang pangeran yang dicarinya. Namun, ternyata ia salah. Nyatanya, sang pangeran yang sebenarnya bukanlah seseorang yang selama ini ia kira. Di sisi lain, ada begitu banyak cerita baru yang ia dapatkan di sela-sela pencariannya. Dan cerita-cerita tersebut secara tak ia sadari telah membimbingnya untuk menemukan kembali keluarga, persahabatan, cinta, dan tentu saja resep-resep baru.
Selain Feba tokoh lain yang terdapat dalam novel dengan sudut pandang orang ketiga ini diantaranya adalah Demian Davis dan Rein Davis –yang mana keduanya sama-sama memiliki mata pirus, berwajah tampan, dan berhidung mancung. Kemudian adapula Jane Ribery –seorang pegawai di sebuah perusahaan fashion yang supel, Henry Rousche –pemilik kafe Pasion Del Cielo yang pelit senyum namun baik hati, dan Ody Stelle –yang ramah. Serta tak ketinggalan pula, Sienna Kusterbeck, seorang model yang digambarkan dengan watak agak angkuh.
Nah, secara keseluruhan novel yang menggunakan Miami sebagai latar tempat –yang utama, dalam penceritaan ini kurang sesuai dengan harapan saya. Tadinya, sesuai dengan kode #NOVELPROFESI yang tertera pada sampul depannya, saya pikir fokus di dalamnya akan lebih condong kepada tentang bagaimana dia –sang tokoh utama, melakoni kariernya. Namun, nyatanya ceritanya lebih berfokus pada pencarian sang pangeran puding. Dan setelah saya cermati kembali, blurb-nya juga justru cenderung menjelaskan jika cerita di dalamnya lebih kepada kisah cinta –yang ditunjukan dengan potongan kalimat “... masa lalunya seolah-olah kembali...” (pada paragraf pertama) dan “Perjalanan panjang Feba mencari pangeran puding...” (pada paragraf kedua).
Kemudian, untuk teknisnya, menurut saya gambar sampul depannya terlau maskulin. Padahal jelas bahwa tokoh utamanya adalah seorang perempuan. Dan lagi –sedikit tambahan, Feba di sini dalam pekerjaannya tidak digambarkan sebagai seorang koki, melainkan dia adalah seorang waiter di sebuah kafe. Adegan masak-memasak yang dilakukan oleh Feba di sini cenderung terlihat sebagai “hobi” dan bakat terpendam, bukan terlihat sebagai sebuah pekerjaan.
Lalu, untuk desain sampul belakangnya menurut saya masih terlihat sedikit “kosong” dan lagi ukuran huruf untuk blurb-nya terbilang kecil. Sedangkan, untuk jenis huruf yang digunakan untuk judul saya pikir sangat cocok. Pemilihan warnanya pun begitu. Ya, harus diakui bahwa saya menyukainya. Dan satu hal lagi yang paling saya sukai dari novel ini, yakni gambar cangkir pada halaman 5. Menurut saya gambar tersebut manis sekali.
Dan akhirnya, selamat membaca!

No comments:

Post a Comment