December 31, 2015

[Book Review] Wonderworks Prodigy

Petualangan di Reign of Avalon

Sumber: Goodreads

Judul : Wonderworks Prodigy
Penulis : Ginger Elyse Shelley
Penerbit : PING!!!
Terbit : 2015
Tebal : 216 halaman
ISBN : 978-602-0806-47-1

“Agar kalian selalu ingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dan bahwa sihir selalu ada. Agar kalian percaya bahwa dengan keajaiban ... kalian bisa melakukan apapun dan menyingkirkan ketakutan ...” – halaman 214.

Siapa yang tidak tahu dan belum pernah menonton film yang bercerita tentang dunia sihir, Harry Potter misalnya? Ah, saya yakin, kalian yang membaca tulisan ini pasti mengetahui dan pernah menontonnya.

Nah, mengapa saya mempertanyakan hal itu diawal? Sebab, ada kaitannya dengan novel yang saya bahas kali ini. Bukan, saya bukannya akan membahas novel Harry Potter, melainkan novel dengan genre sejenis. Ya, Wonderworks Prodigy ini bercerita mengenai sekolah sihir. Namun, jika sekolah sihir di Hogwarts (semoga tidak salah penulisannya) memakan waktu bertahun-tahun lamanya, pelatihan sihir di Avalon ini hanya memakan waktu sekitar empat bulan.

December 28, 2015

[Book Review] Dear Ellie

Sumber: Goodreads

Judul : Dear Ellie
Penulis : Puji Eka Lestari
Penerbit : de Teens
Terbit : Desember 2015
Tebal : 312 halaman
ISBN : 978-602-391-034-2

“Hujan tidak selamanya menenggelamkan dan matahari tidak selamanya membakar. Keduanya harus seimbang hingga menimbulkan harmonisasi yang begitu menawan. Sama halnya dengan kehidupanmu. Jangan biasakan untuk bersedih hingga berlarut-larut dan jangan pula berbahagia hingga berlebih-lebihan. Semua ada kadarnya.” – halaman 275.


Ellie McAdams adalah seorang gadis berumur 17 tahun yang sangat suka membaca novel. Meski pemalu, selalu merasa dirinya “rendah”, dan terkadang sangat naif, namun sebetulnya ia memiliki sifat yang “meledak-ledak”. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Robbie yang sering dibuatnya menangis. Sementara itu, ia memiliki ibu yang cerewet, posesif, dan panikan. Untungnya, sang ayah tidak begitu. Ayahnya tenang dan bijaksana.

[Book Review] Dijual: Keajaiban

Sumber: Goodreads

Judul : Dijual: Keajaiban
Penerjemah : Tia Setiadi
Penerbit : Diva Press
Terbit : Desember 2015
Tebal : 228 halaman
ISBN : 978-602-391-049-6

Buku ini merupakan antologi cerita pendek. Di dalamnya terdapat sembilan buah cerpen. Yang menarik dari buku ini adalah sang pengarang cerpen di dalamnya, yang mana merupakan pengarang besar di Asia. Ada Gao Xingjian dengan cerpennya yang berjudul “Di Sebuah Taman”, Khayriyah I. As-Saqqaf yang menulis “Pembunuhan Cahaya di Alir Sungai”, kemudian adapula Nagiub Mahfous dengan cerpennya yang diberi judul “Qismati dan Nasibi”.

Selain itu, tentu saja, ada Orhan Pamuk, penulis kenamaan dari tanah Turki dengan cerpennya yang berjudul “Memandang ke Luar Jendela”. Lalu, R.K. Narayan penulis dari India yang menulis “Anjing Buta”. Adapula “Di Selatan Dua Lelaki Tua India” yang ditulis oleh Salman Rusdhie. Taufiq el-Hakim dengan cerpennya yang berjudul “Dijual: Keajaiban”, “Tujuh Jembatan” yang ditulis oleh Yukio Mishima, serta “Nampan dari Surga” yang ditulis oleh Yusuf Idris.

November 29, 2015

[Book Review] Unforgettable Stories


Judul : Unforgettable Stories
Penulis : Mulyadi Al-Gunsary dkk.
Penerbit : de Teens
Terbit : November 2015
Tebal : 216 halaman
ISBN : 978-602-255-952-8

“Jangan sepelekan dongeng atau kisah-kisah dari masa kecilmu. Siapa tahu dongeng atau kisah tersebut akan terwujud dalam hidupmu.” – halaman 108.

Buku ini merupakan anotologi cerita pendek. Di dalamnya terdapat 15 macam cerita yang ditulis oleh orang yang berbeda-beda. Yang menarik di sini adalah tema ceritanya, yakni tentang dongeng di masa kecil.

Diceritakan dalam kisah-kisah di dalamnya bahwa sebuah dongeng dapat memengaruhi, bahkan menuntun jalan hidup seseorang. Mengapa bisa begitu? Jawaban mudahnya karena dongeng yang bersangkutan tertanam begitu dalam di kepala hingga kemudian “berhasil” menginspirasi khalayaknya.

November 19, 2015

[Book Review] Dear Miss Tuddels

Sumber: Goodreads

Judul : Dear Miss Tuddels
Penulis : Ginger Elyse Shelley
Penerbit : Diva Press
Terbit : Oktober 2015
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978-602-255-967-2

“Aku punya banyak pelayan, benar. Aku sudah terlalu dewasa untuk pengasuh, benar. Tapi kau, kan, bukan pelayan, maupun pengasuh. Kupikir kau temanku, adikku.” – halaman 83.

Begitulah apa yang dirasakan oleh Matthew pada Kimberly pada awalnya. Matthew adalah majikan Kimberly, tetapi hubungan keduanya sangat dekat, seperti saudara. Namun, seiring berjalannya waktu, tanpa disadari kedekatan tersebut justru membawa mereka berdua jatuh hati terhadap satu sama lain.

Akan tetapi, kisah cinta mereka tentu saja tidak semulus seperti kebanyakan orang. Matthew sadar bahwa Kimberly pada dasarnya adalah pelayannya. Dan di masa itu, hubungan cinta antara majikan dan pelayan adalah “haram” serta hanya akan menimbulkan skandal besar. Namun, Matthew sendiri tidak peduli. Meski ditentang oleh banyak pihak, ia tetap memperjuangkan cintanya kepada Kimberly.

[Book Review] Cahaya Bintang Tareem

Sumber: Diva Press

Judul : Cahaya Bintang Tareem
Penulis : TaaNee Jee
Penerbit : Diva Press
Terbit : November 2015
Tebal : 320 halaman
ISBN : 978-602-0809-67-9

Apa jadinya apabila kalian terperangkap dalam sebuah pernikahan yang tidak kalian inginkan? Bagaimana jika istri atau suami kalian adalah orang yang sama sekali tidak kalian kenal sebelumnya dan tiba-tiba tanpa perkenalan kalian harus menikah? Sebagian besar dari kalian pasti akan menolaknya, bukan?

Begitu pula dengan Dee. Tetapi, sedikit berbeda dengan Algha yang mana berusaha untuk mengikhlaskan adanya pernikahan di antara mereka. Atau lebih tepatnya, terpaksa berusaha mengikhlaskan.

October 31, 2015

[Book Review] Comedy Apparition

Sumber: Goodreads

Judul : Comedy Apparition
Penulis : Ginger Elyse Shelley
Penerbit : Laksana
Tahun terbit : 2015
Tebal : 244 halaman
ISBN : 978-602-7933-87-3

Detik pertama saya mendapatkan buku ini, saya pikir ini adalah buku terjemahan. Dugaan saya tersebut juga diperkuat oleh nama sang penulis yang “kebarat-baratan”. Eh, namun ternyata bukan. Meski mulai dari tema, judul, latar, tokoh hingga gaya penceritaan mirip dengan buku terjemahan, tetapi buku ini dibuat oleh orang Indonesia.

            Buku ini berkisah tentang keluarga Seer yang beranggotakan duabelas orang. Sang ayah bernama Wolf Seer, seorang Dosen Filosofi Universitas Parker. Sementara itu, sang ibu bernama Galleg Hembourg, seorang penulis yang novelnya tidak pernah laku. Lalu, sisanya? Ya, bisa ditebak bahwa sepuluh anggota lainnya adalah anak-anak Wolf dan Galleg.

October 18, 2015

Menyerah

Sumber: Pinterest


Hingga pada akhirnya,
aku memilih untuk menyerah,
sebab semakin aku berusaha melawan ingatan,
memilih untuk melupakan,
maka semakin liarlah kenangan yang bermunculan.

Mereka saling bertubrukan.
Mereka saling berhantaman.


***

Selamat,
sebab akhirnya aku kalah,
dan kamu telah memenangkan pertandingan perasaan.


***

Akhirnya, selamat tinggal, Pemenang Perasaan.

[Book Review] 7 Kisah Klasik Poe

Sumber: Goodreads

Judul : 7 Kisah Klasik
Penulis : Edgar Allan Poe
Penerjemah : Dion Yulianto dan Slamat P. Sinambela
Penerbit : Diva Press
Terbit : September 2015
Tebal : 204 halaman
ISBN : 978-602-255-968-9

Bagi para penikmat karya-karya sastra, nama Egdar Allan Poe pastilah tidak asing lagi di telinga. Begitupun dengan saya. Akan tetapi, baru di bulan inilah saya berkesempatan untuk membaca karyanya. Ternyata karyanya –yang ada di buku ini tepatnya– identik dengan hal-hal yang “gelap”, sedikit horor, dan penuh teka-teki. Gaya berceritanya pun terkadang terlalu bertele-tele, misalnya saja seperti pada cerpen yang berjudul “Kucing Hitam” dan “William Wilson”. Sebetulnya pula, kalau dilihat-lihat –dari sudut pandang pribadi saya– jalan cerita cerpen-cerpennya terkadang rumit, kadang agak kurang bisa dipahami apa value yang penulis ingin sampaikan. Tapi di sisi lain, secara bersamaan, si penulis juga berusaha menyuguhkan jalan cerita yang sesederhana mungkin.

[Book Review] Telepon Misterius


Teka-teki Telepon Misterius

Sumber: Goodreads

Judul : Telepon Misterius
Penulis : Riani Suhandi
Penerbit : PING!!!
Terbit : 2015
Tebal : 184 halaman
ISBN : 978-602-296-145-1

“Terkadang, aku berpikir kalau telepon misterius itu ibarat kematian. Keberadaannya menyadarkanku kalau kehidupan di dunia ini hanyalah sementara ... tidak ada waktu untuk bermain-main dengan waktu. Karena, bisa saja selanjutnya akulah korban teror telepon misterius itu.” – halaman 91.

Awalnya, saya agak ragu untuk membaca novel ini. Jujur, saya kurang suka dengan hal-hal yang berbau horor. Tapi, ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk segera membacanya saja, ternyata kehororan di dalamnya tidak seperti yang saya bayangkan. Horornya memang ada, tapi sebetulnya –bagi saya– lebih cenderung ke pemecahan misteri. Ya, setipe dengan novel Konstantinopel.

October 11, 2015

Tugas 2


Televisi sebagai Ruang Publik (yang Menjelma Ruang Privat):
Komersialisasi Kehidupan Selebritis melalui Tayangan Infotainmen
pada Stasiun Televisi di Indonesia

Sumber: www.tabloidbintang.com

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komersialisasi adalah perbuatan menjadikan sesuatu sebagai barang dagangan. Secara kasar dapat dikatakan bahwa komersialisasi merupakan suatu hal yang menekankan pada aspek profit. Jika, ditarik ke dalam isu media, maka komersialisasi tersebut dapat diartikan sebagai pergeseran fungsi media massa ke arah “yang penting dapat untung banyak” dan kurang memperhatikan kualitas tayangan yang “diperjualkan”. Jika sudah begitu, maka yang pasti mengalami kerugian adalah publik karena hak mereka untuk mendapatkan tayangan bermutu pun hilang.

Nah, berkaitan dengan komersialisasi itu sendiri di dalam dunia penyiaran ada banyak contohnya. Salah satunya adalah komersialisasi ruang privat yang dibungkus dalam tayangan infotainmen di televisi. Di mana kehidupan pribadi seseorang, seperti kisah pernikahan, melahirkan, maupun perceraian, diekspos habis-habisan oleh media untuk dijual kepada pengiklan. Terlebih jika publik figur yang bersangkutan memiliki nama “besar”, Raffi Ahmad misalnya, sudah pasti media akan dengan senang hati mengejar informasi tersebut.

October 4, 2015

[Book Review] Saya ❤ Indonesia

Sumber: Goodreads

Judul : Saya Indonesia
Penulis : Isman H. Suryaman, Andi Gunawan, Sammy ‘not a slim boy’, Miund
Penerbit : mediakita
Tahun terbit : 2012
Tebal : vi + 174 halaman
ISBN : 979-794-368-2

Buku ini merupakan hasil kolaborasi dari Isman Suryaman, Ndigun, Sammy ‘not a slim boy’, dan Miund –yang mana keempatnya adalah komika. Eittts! Tapi, jangan salah, ini bukanlah buku yang berisi materi panggung mereka. Buku ini lebih menyerupai “catatan” yang akan membuka kesadaran kita mengenai Indonesia. Kesadaran terhadap hal-hal kecil yang sering tidak kita acuhkan di Indonesia.

September 25, 2015

[Book Review] Rentak Kuda Manggani

Sumber: Goodreads

Judul : Rentak Kuda Manggani
Penulis : Zelfeni Wimra dkk.
Penerbit : Diva Press
Terbit : Agustus, 2015
Jumlah halaman : 176 halaman
ISBN : 978-602-255-954-2

Buku berjudul “Rentak Kuda Manggani” ini merupakan sebuah antologi cerpen. Di dalamnya terdapat duapuluh satu cerita pendek yang ditulis oleh penulis yang berbeda-beda. Duapuluh satu cerita untuk buku setebal 176 halaman? Iya, awalnya saya juga kaget. Buku setipis itu ternyata menampung sekian banyak cerpen di dalamnya.

Nah, mengenai temanya sendiri –yang mana menjadi persamaan utama dari setiap cerpen yang ada, adalah “Bangun Cinta”. Tentu saja cinta yang dimaksud di sini adalah dalam arti luas dan melulu tentang sepasang kekasih, misalnya saja cinta pada kedamaian (pada cerpen yang berjudul “Stille Nacht”) dan cinta pada daerah kita sendiri (seperti yang disuratkan pada “Namata”).

[Book Review] The Architect


Jalan Panjang menjadi “Tukang Rancang Bangunan”

Sumber: kutukutubuku.com

Judul : The Architect
Penulis : Ariesta F. Firdyatama
Penerbit : Mazola
Tahun terbit : 2015
Tebal : 320 halaman
ISBN : 978-602-255-859-0

“Hidup itu spekulasi ... Cuma ada dua pilihan, gagal atau berhasil. Kalau hidup cuma buat jadi orang yang cemen ngadepin risiko, ya udah sembunyi aja di ketiak bapak.” – halaman 168.

Untuk meraih kesuksesan pastilah dibutuhkan kerja keras serta tak lupa doa. Akan tetapi, itupun tidak lantas langsung menjamin usaha kita akan berbuah manis. Dalam meniti tangga kesuksesan, jatuh bangun adalah hal yang biasa. Asalkan kita tekun dan selalu berani menghadapi segala risiko yang ada, percayalah, bagaimanapun usaha tidak akan pernah mengingkari.

[Book Review] Cinta di Batas Biarritz



Judul : Cinta di Batas Biarritz
Penulis : D. S. M. Dedelidae
Penerbit : de Teens
Terbit : Juli 2015
Tebal : 272 halaman
ISBN : 978-602-255-802-6

“... aku paling suka kalau sudah berhadapan dengan ombak ... jiwaku seperti sudah menyatu dengan lautan luas. Dan, ombak, dia seperti sahabatku. Meski, dia seperti dua mata pisau yang berlainan.” – halaman 66.

Arlan adalah seorang pemuda 19 tahun yang sangat menyukai selancar. Secara fisik, ia digambarkan memiliki tubuh yang jangkung serta berkulit kuning langsat. Namun, sayangnya ia memiliki sifat cuek yang keterlaluan. Sementara itu, Mori justru sebaliknya. Ia adalah gadis manja tak menyukai selancar dan bahkan membenci ombak. Secara fisik, ia memiliki mata yang bulat dengan rambut berponi depan. Kesamaan antara keduanya hanya satu, yakni keras kepala.

September 9, 2015

[Tugas 1] Contoh Pelanggaran Etika Komunikasi

Membuka Identitas Pelaku Kejahatan di Bawah Umur

Etika sendiri merupakan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang baik dan buruk. Ia berada pada level kebijaksanaan individu dan/atau organisasi profesi. Straubhaar & LaRose (2006) menjelaskan bahwa perhatian utama etika (dalam media) adalah akurasi atau kebenaran, keadilan dan tanggung jawab, privasi subyek media dan orang-orang dalam layanan informasi, serta penghargaan terhadap properti intelektual atau ide-ide orang lain.

Dalam etika penyiaran misalnya, apa yang dicakup tidak hanya sebatas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mereka yang berkerja di dalamnya. Lebih dari itu, etika penyiaran juga mencakup permasalahan mendasar mengenai posisi media saat ini. Nah, salah satu “turunan” dari etika dalam media penyiaran itu sendiri adalah Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

September 6, 2015

[Book Review] HAP!

Sumber: Goodreads

Judul: HAP!
Penulis: Andi Gunawan
Penerbit: PlotPoint Publishing
Cetakan: I, Mei 2014
Jumlah Halaman: 108 halaman
ISBN: 978-602-9481-65-5

Sebetulnya, saya tidak terlalu menyukai puisi. Pokoknya, berbanding terbalik jika dibandingkan dengan kesukaan saya membaca novel. Meski jelas kedua hal tersebut sama-sama ada di ranah sastra. Akan tetapi, harus diakui bahwa saya cukup menikmati puisi-puisi yang tersaji pada buku ini.

Beberapa teman saya berkata bahwa puisi-puisi di dalamnya (dalam bahasa “kekinian”) membuat mereka baper. Sementara itu, bagi saya pribadi beberapa puisi di dalamnya membuat saya sedikit banyak menyadari beberapa hal. Misalnya saja, sepenggal kalimat dari sajak berjudul “Suatu Subuh pada Hari Senin” yang berbunyi,

September 1, 2015

[Book Review] Critical Eleven

Sumber: Goodreads

Judul : Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke- : 2, Agustus 2015
Jumlah halaman : 344 halaman
ISBN : 978-602-03-1892-9

“... buat Tanya Risjad, kebaikan suaminya begitu banyak seperti bintang di langit, dan kesalahannya hanya satu, namun sedemikian besarmya seperti matahari yang menutupi jutaan bintang tadi. Dan matahari itu terbit dan tenggelam, bintang-bintang itu muncul lalu hilang, berulang setiap hari, sampai seorang Tanya Risjad bingung apakah dia lebih suka menatap bintang atau terbakar panasnya matahari ...” – halaman 225.

Saya akan merasa berdosa jika saya sengaja menuliskan secuil jalan cerita yang ada pada novel ini. Maka dari itu, setalah saya selesai membaca buku ini, saya segera mengingat-ingat adegan mana yang paling pas untuk menggambarkan keseluruhan isi di dalamnya. Dan, tak perlu waktu lama –cukup dengan men-skimming beberapa halaman– saya menemukan kutipan (yang telah saya tulis di awal) yang menurut saya paling pas untuk memberikan gambaran tentang cerita apa yang diangkat dalam novel ini.

August 22, 2015

Kontradiksi

Sumber: rebloggy.com


Kafe tempat kita sering berkunjung –dulu, masih tetap sama.
Masih dengan sulur-sulur yang merambat di dekat pintu masuknya.
Masih dengan dinding kayunya yang tak lapuk dimakan usia.
Masih dengan meja-meja kuno yang bertaplakkan kain motif bunga di atasnya.
Masih terdapat sebuah lukisan secangkir kopi di pojok bangunannya.
Dan masih pula terdapat mesin ketik tua di meja kasirnya.
Pun suasananya masih tetap sama menyenangkannya.

Bedanya tak ada lagi alunan musik klasik
yang menemani pelanggan untuk menyesap kopinya.

Kini alunan klasiknya telah berganti menjadi alunan jazz,
agar lebih "hidup" kata pegawainya.

August 18, 2015

[Book Review] Ketua Kedua

Sumber: Goodreads

Judul : Ketua Kedua
Penulis : Suci Salihati
Penerbit : PING!!!
Tahun terbit : 2015
Jumlah halaman : 188 halaman
ISBN : 978-602-296-011-9

“Aku minta dua hal kalau kamu tidak mau rekaman ini aku kirimkan .... bantu aku mendirikan ekstrakulikuler baru.” – halaman 17, percakapan Yara kepada Randu.

Novel berjudul Ketua Kedua ini memiliki tiga tokoh utama yang terdiri dari seorang remaja laki-laki dan dua perempuan. Si laki-laki berambut ikal bernama Randu Arsakti, murid yang selalu meraih peringkat tertinggi di angkatannya sejak kelas satu. Akan tetapi, tak disangka ternyata hal tersebut dapat diraihnya karena bantuan cheatsheet.

August 14, 2015

[Book Review] Caraphernelia


Membunuh Kenangan dengan Amnesia

Sumber: Goodreads

Judul : Caraphernelia
Penulis : Jacob Julian
Penerbit : PING!!!
Tahun terbit : 2015
Jumlah halaman : 196 halaman
ISBN : 978-602-279-178-2

“Tidak ingat apa-apa adalah hal yang paling dibenci orang. Tapi ada juga yang justru menginginkan tidak mengingat apa-apa setelah bangun tidur.” – halaman 6.

Sebelumnya, apa yang akan kalian lakukan jika sedang mengalami masalah yang rasanya tak mampu untuk kalian selesaikan? Membiarkannya begitu saja? Mencari pelampiasan? Atau malah, sengaja membuat diri kehilangan ingatan?

[Book Review] Kafe Serabi


Sumber: Goodreads

Judul : Kafe Serabi
Penulis : Ade Ubaidil
Penerbit : de Teens
Terbit : Agustus, 2015
Tebal halaman : 188 halaman
ISBN : 978-602-279-158-4

“Bagiku, sahabat sejatinya adalah kata ganti dari orang yang memiliki pendengaran lebih, pengelihatan lebih, dan kepekaan hati yang lebih dibandingkan siapa pun.” Halaman – 135.

Kutipan di atas saya pilih karena saya merasa jika novel ini berkisah tentang persahabatan dan tentunya juga hati. Di dalamnya dikisahkan tentang persahabatan yang erat antara Anggun yang bongsor, Tata si sugar glider, Anton yang botak, dan Mila si keriting.

July 27, 2015

Kau Benar...

Sumber: Rebloggy

Hembusan angin malam yang kini menelusup kulitku
membuatku menyadari banyak hal.
Menyadari bahwa semua itu benar.
Semua yang kau utarakan padaku di senja waktu itu.

Kau benar bahwa aku memang terlalu tertutup.
Terlalu sering menyendiri.
Tak pernah mau membuka diri.
Serta terlampau takut untuk membuka hati.

[Book Review] Rahvayana 2: Ada yang Tiada

Sumber: Goodreads

Judul : Rahvayana 2
Penulis : Sujiwo Tejo
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan ke- : I, Januari 2015
Tebal halaman : viii + 296 halaman
ISBN : 978-602-291-084-8

Ah, rasanya lama sekali waktu yang saya perlukan untuk menandaskan novel ini. Terhitung sejak Bulan Mei, dan baru selesai di akhir Bulan Juli. Maaf. Tugas-tugas kuliah telah membuat saya sedikit mengabaikanmu, oh, Rahvayana 2.

Langsung ke poin-poinnya saja, ya. Novel ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama, melalui kacamata Rahwana. Saya pribadi lebih menganggap tulisan di dalamnya ditulis dengan format surat –yang (mungkin) tak akan pernah tersampaikan pada Sinta. Pada buku ini, (intinya) diceritakan bahwa Sinta sudah menikah dengan Rama. Selain itu, diceritakan pula tentang perjalanan Rahwana dalam mencari tokoh yang tepat untuk memainkan peran Sinta dalam pementasan Rahvayana.

July 23, 2015

Ia Kembali

Sumber: Pinterest

"Ia kembali," teriak Ara kepadaku.
"Ia kembali," ulangnya sembari menggoyangkan pundakku.
"Ia kembali, Rana," ucap Ara sembari menunjuk sebuah arah dimana akan datangnya seseorang.

Ku tengokkan kepalaku ke arah yang ditunjuk Ara.
Sebuah senyum merah merekah dari bibirnya, bibir orang yang dimaksud Ara.
Ia menyapaku dengan berucap tanpa suara dari kejauhan.

"Akhirnya. Akhirnya penantianmu usai."
Ucapan Ara membuyarkan lamunanku, dan kembali menyadarkanku.

Aku berdiri.
Setengah linglung, tak sadar sepenuhnya apa yang akan kulakukan.
Tapi kakiku berkehendak untuk melangkah.
Kuhampiri seseorang itu.
Ku langkahkan langkah kakiku dengan sedikit tergesa.
Agar dapat segera mendekat padanya.

Dan saat aku telah berada persis di depannya,
ku buka kedua lenganku untuk menyambut pelukannya.

"Maaf," ucapnya.
Ku dongakkan wajahku, hanya sebuah pandang kosong yang tersirat dari mata bulatku.
Aku masih merasa setengah sadar dengan apa yang kuhadapi saat ini.
Aku masih tak mengerti semua ini. 
Hingga ia berkata kembali,
"Maaf telah membuatmu menungguku lama. Kini, aku kembali dan tak akan pergi lagi."

Aku mengerti sekarang.
Aku telah bisa mencerna segalanya sekarang.
Setetes air mata mulai memacu banyak air mata lainnya untuk meluncur dari mataku.
Tak sanggup lagi aku menahan luh dari mataku.
Entah itu air mata bahagia,air mata kerinduan atau air mata akhir dari penantian.
Aku rasa semuanya, semuanya sudah jelas tergambar dari air mataku.

"Aku di sini. Di sini. Di sisimu, di sampingmu dan tak akan pergi lagi," ucapnya.
 

July 7, 2015

Rumit

Sumber: diajengdian.wordpress.com

Dan lagi,
kini aku kembali terjebak dalam sebuah kisah rumit
yang lagi-lagi tak dapat aku hindari.
Ia datang begitu saja tanpa pernah sebelumnya berkompromi.
Ia, yang kutahu, hanya akan berujung pada akhir yang pilu.


July 5, 2015

[Book Review] Supernova: Akar

Perjalanan Bodhi

Sumber: goodreads

Judul : Supernova: Akar
Penulis : Dee Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan ke- : Edisi II, cetakan ketiga, Oktober 2014
Jumlah halaman : viii + 308 halaman
ISBN : 978-602-291-053-4

Ini kali kedua saya membaca Akar. Sebelumnya, di bangku SMA dulu saya pernah juga membacanya. Keputusan saya untuk membaca ulang novel ini tidak lain karena ada seorang teman saya yang memberikan buku ini kepada saya. Dan buat saya apa gunanya buku jika tidak dibaca, jadi –meski saya sudah pernah membaca sebelumnya, saya tetap memutuskan untuk membacanya, hehe.

June 28, 2015

Semalam

Sumber: Tumblr

Semalam,
selama dua jam penuh kita duduk berhadapan
di sebuah bangku di sudut kafe tempat kita biasa bertemu
ditemani dengan alunan musik milik Frank Sinatra
serta segelas espresso –milikmu, dan green tea –milikku.

June 27, 2015

Keheningan dalam Pertemuan Kita

Sumber: renbostelaar.tumblr.com

Sepanjang malam lalu,
kau dan aku duduk berhadapan,
sama-sama tak banyak mengucap kata,
lebih sering hanya melempar pandangan,
serta sesekali senyuman,
dengan diselingi beberapa kalimat percakapan ringan,
hanya demi memecah keheningan.

Selalu begitu.

Pertemuan kita memang kerap terlihat sendu,
padahal jelas-jelas kita sedang melepas rindu.