May 18, 2016

[Book Review] Koplax Rangers


Judul: Koplax Rangers
Penulis: Amad Kocil
Penerbit: de Teens
Terbit: Mei 2016
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-279-224-6

Jika kalian mencari jawaban atas: "apa arti dari sebuah persahabatan?" dan "bagaimana kita harus memaknainya?", saya pikir sedikit banyak novel ini akan mempu menjawabnya. Ya, Koplax Rangers bercerita tentang persahabatan lima orang mahasiswa. Ada Viona yang cantik dan selalu berpenampilan oke. Lalu, ada pula si Dita yang sedikit tomboy tapi mandiri, dan Gilang yang berhasil bebas dari jeratan narkoba. Serta tak lupa, ada Andra yang berambut gondrong dan berperawakan seperti preman. Dan terakhir si kurus Rehan yang berwatak pendiam dan kurang percaya diri.

Mereka berlima kerap menghabiskan waktu bersama. Biasanya, acara kumpul bareng selalu dilakukan sore sepulang kuliah. Namun, segalanya mulai berubah ketika satu demi satu kebohongan mulai keluar. Segalanya berubah ketika satu persatu dari mereka mulai tidak terbuka. Akibatnya, timbullah kesalahpahaman, yang siapa sangka akan menghancurkan semuanya, bahkan hingga merenggut nyawa.
Yang menarik dari kisah beralurkan maju dan ditulis melalui sudut pandang orang ketiga ini ada pada kalimat penutupnya yang manis. Selain itu, saya pikir sang penulis juga cukup berhasil dalam menyampaikan isi pesan novel ini. Begitu pula dengan puncak konfliknya yang, oleh penulis, berhasil dieksekusi dengan cukup baik.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Pertama, saya sedikit kurang setuju dengan penyebutan muslim dan non-muslim. Mengapa tidak disebut beragama islam dan katholik, atau kristen, atau budha saja? Kedua, di awal-awal dan beberapa part di akhir sang penulis menuliskan soal pembulian yang dilakukan dan dirasakan oleh beberapa tokoh. Saya pikir, ini agak aneh. Masa iya, anak kuliah masih bertingkah seperti itu? Terlalu kekanak-kanakan menurut saya. Selebihnya, saya pikir tak ada masalah.

Lalu, di segi teknis, selama membacanya saya tidak tidak menemukan kesalahan penulisan. Lebih jauh, soal tata letak saya pikir juga tak perlu dipermasalahkan. Sementara itu, untuk kovernya sendiri, meski sepintas terlihat agak “penuh”, tapi saya pikir itu bukan masalah besar. Toh, tone yang digunakan terbilang menyejukkan. Dengan kata lain, desain gambar dan warna yang digunakan pada kover ini tepat dan serasi.

Terakhir, jika kalian mencari bacaan yang ringan namun mampu menghibur, saya pikir tak ada salahnya untuk membaca novel ini. Jadi, selamat membaca!

No comments:

Post a Comment