August 18, 2015

[Book Review] Ketua Kedua

Sumber: Goodreads

Judul : Ketua Kedua
Penulis : Suci Salihati
Penerbit : PING!!!
Tahun terbit : 2015
Jumlah halaman : 188 halaman
ISBN : 978-602-296-011-9

“Aku minta dua hal kalau kamu tidak mau rekaman ini aku kirimkan .... bantu aku mendirikan ekstrakulikuler baru.” – halaman 17, percakapan Yara kepada Randu.

Novel berjudul Ketua Kedua ini memiliki tiga tokoh utama yang terdiri dari seorang remaja laki-laki dan dua perempuan. Si laki-laki berambut ikal bernama Randu Arsakti, murid yang selalu meraih peringkat tertinggi di angkatannya sejak kelas satu. Akan tetapi, tak disangka ternyata hal tersebut dapat diraihnya karena bantuan cheatsheet.

Sementara itu, dua remaja lainnya adalah Ayesha yang berambut panjang dan Yara yang berambut sebahu. Berbeda dengan Yara, yang mana terkenal sebagai troublemaker dan sering bermasalah dengan guru, Ayesha adalah seorang murid teladan dan berkepribadian sangat kalem.

Nah, ketiga anak SMA tersebut kemudian berjuang untuk membentuk sebuah klub cosplay di sekolahnya sebagai kegiatan ekstrakulikuler. Pendirian klub itu sendiri tentunya tidaklah mudah, banyak suka dan duka yang mereka lewati. Semuanya berawal dari pertemuan Yara dengan Randu yang kemudian dimintanya untuk membantunya mendirikan klub tersebut. Awalnya tentu saja Randu menolaknya, sebab ia tak tertarik dan tidak mengenal apa itu cosplay. Namun, karena sebuah ancaman yang dikeluarkan oleh Yara, maka mau tak mau Randu pun terpaksa membantunya.

Novel beralurkan maju ini sendiri dituliskan melalui sudut pandang orang ketiga. Seperti kebanyakan novel bergenre teen fiction lainnya, bahasa yang digunakan pun sangat ringan. Adegan-adegan konyol di dalamnya pun cukup menghibur. Dan satu hal lagi, konsep cerita novel ini sendiri terbilang berbeda dari kebanyakan novel remaja. Tak sebatas menceritakan kisah cinta saja, namun juga menceritakan tentang sebuah perjuangan (dalam mendirikan ekskul).

Untuk perihal teknis, saya sendiri cukup menyukai warna biru yang ada pada sampul bukunya. Lebih dari itu, meski bukan warna yang mencolok, namun saya rasa warna tersebubut tetap dapat cukup menarik mata. Hanya saja saya merasa aneh dengan desain gambarnya. Buat saya, alih-alih menarik desainnya justru terlihat aneh. Terlebih dengan seragam SMA yang dikenakan dua remaja di sampulnya.

Akhirnya, selamat membaca!


No comments:

Post a Comment