[Book Review] Anna Karenina

Sumber: goodreads

Judul : Anna Karenina
Penulis : Leo Tolstoy
Dikisahkan Oleh : Svetlana Belova
Penerbit : Gradien Mediatama
Tahun Terbit : 2013
Jumlah halaman : 239 halaman
ISBN : 978-602-208-102-9
“Ia mencintai Vronsky, tetapi tidak mampu menghormatinya. Ia tidak mencintai Alexei, tapi kini menghormatinya dengan segenap jiwa raga. Mengapa hidup tidak dapat sesederhana waktu anak-anak?” – halaman 207.

Buku yang saya baca kali ini memang “hanya” mengisahkan kisah Anna Karenina secara singkat.
Lihat saja tebal halamannya yang mana berjumlah 239 halaman. Padahal kalau kalian ingin tahu, dalam bahasa inggris tebal novel klasik ini lebih dari 800 halaman, sedangkan dalam bahasa indonesia mencapai lebih dari 1.000 halaman. Ya, setidaknya dari sini saya menilai bahwa tepat juga cara yang digunakan oleh sang penerbit agar tujuannya tercapai –yakni untuk menjangkau pembaca pemula novel “klasik”, dengan cara “meringkas” tanpa menghilangkan esensinya.
Ini pertama kalinya saya membaca kisah Anna Karenina, dan tanpa butuh waktu yang panjang, segera saya menyadari bahwa saya telah jatuh hati pada kisahnya. Menurut saya –sejauh ini dari beberapa kisah klasik yang pernah saya baca, Anna Kareninalah yang paling memikat. Konflik di dalamnya ternyata sangat kompleks. Padahal kalau mau dilihat “sekilas”, kisah di dalamnya hanya bercerita soal Anna yang mengkhianati sang suami –Count Alexei Alexandrovich Karenin
.
Lebih lengkapnya, ia berselingkuh dengan Vronksy –yang bertubuh tegap, tinggi, tampan, dan kaya. Meski seluruh Rusia mengutuki mereka berdua, Anna dan Vronsky tetap melanjutkan hubungan terlarang mereka, dengan alih-alih meraih kebahagiaan. Bagian yang membuat saya sangat terenyuh adalah saat di mana Alexei pulang dengan tergesa-gesa saat mengetahui Anna tengah sekarat sewaktu hendak melahirkan anak, buah cintanya bersama Vronsky. Di titik tersebut, rasanya emosi kita tengah dicabik-cabik. Bagaimana tidak? Alexei yang notabene tahu bahwa Anna menyelingkuhinya, bahwa anak yang akan dilahirkan Anna tersebut bukan anaknnya, rela menemani Anna. Ditenangkannya Anna, digengam erat tanggannya, dan pada bagian tersebutlah ia memaafkan Anna atas penghianatannya.
Bagusnya, konflik tak berhenti sampai di situ saja. Setelah melahirkan Annie, Anna justru semakin menuntut Alexei untuk segera diceraikan. Sedangkan, Alexei sendiri tak mau menceraikan Anna. Bukan semata karena demi kehormatannya –atas kedudukan kariernya, lebih dari itu karena ia masih mencintai Anna. Dan sedikit berharap bahwa entah kapan nantinya Anna akan kembali kepadanya, seutuhnya. Dan ah, ya. Perlu diketahui bahwa cerita di dalamnya tak hanya berfokus pada kisah Anna semata, tetapi juga kisah Ekatrina Schcherbatskaya, Konstantin Dmitrievich, Dolly dan Stiva, dan beberapa lainnya.
Secara keseluruhan saya sangat suka dengan pilihan diksi yang digunakan. Sangat ringan untuk dipahami dan dicerna. Akan tetapi, saya masih sangat menyayangkan dengan adanya beberapa kata yang masih saja salah dalam penulisannya. Seperti misalnya, pada halaman 62, di mana dansa marzuka tertulis menjadi dansamMarzuka.
Berulang kali saya sebegitu berisiknya mengenai permasalahan salah pengetikan seperti ini, sebab saya peduli. Karena saya beranggapan bahwa kesalahan seperti ini –meski sangat kecil dan sepele, sebetulnya cukup fatal. Tidak mengenakan untuk dibaca. Kesalahan seperti itu, jika terus-menerus terjadi bukan tidak mungkin bahwa nantinya akan membuat pembaca malas untuk membeli buku dari penerbit A, penerbit B, penerbit C.
Ya, lepas dari itu, mari kita beralih ke segi sampul. Untuk sampulnya sendiri kalau hanya untuk dibilang bagus, ya, harus saya akui memang bagus. Akan tetapi, saya merasa gambar sampulnya kurang elegan. Padahal seperti yang kita tahu bahwa kisah dalam novel ini sangatlah mengesankan. Kemudian, untuk penggunaan jenis huruf pada judul dan nama penulisnya, buat saya tidak ada masalah. Saya pikir jenis huruf yang digunakan pada judulnya cukup cantik, meski belum sepenuhnya dapat menunjukkan kepribadian Anna.
Sampai di sini, dan akhirnya selamat membaca!

Comments