September 16, 2016

Pikiran, Hati, dan Waktu

Sumber: tumblr.com

Kita telah sama-sama tahu,
kita telah sama-sama sadar,
bahwa masing-masing dari kita butuh waktu
untuk menata pikiran dan kepingan hati,
bukan begitu?

Maka,
mestinya kau tahu
bahwa
diamku kepadamu bukan berarti aku tak acuh padamu.
Justru sebaliknya.
Aku memberikanmu (dan juga aku, tentu) waktu,
untuk berpikir.
Waktu,
untuk menata hati.
Agar semua jelas kembali.

Dan berbicara untung rugi,
oh, kumohon!
Bisakah poin yang satu ini dilupakan?
Karena dari apa yang telah terjadi,
maaf sebanyak apapun,
tak akan bisa membuat goresan yang terpatri hilang tak berbekas.

No comments:

Post a Comment