March 6, 2016

Balas Dendam dalam Diam

Sumber: lovethispic.com

“Kira-kira, apa alasan seseorang tak menjawab pesanmu?”

“Mmm... sibuk.”

“Kau yakin? Bagaimana jika ia mendiamkanmu?”

“Oh, aku tak tahu.”

“Ah, apa sih yang kau tahu!”

“Mmm... mungkin ia sedang membalas dendam kepadamu. Kau bisa jadi punya salah kepadanya.”

“Mmm... Tapi aku tak merasa ada salah. Aku tak pernah berjanji apapun padanya. Aku tak pernah ‘mengikatkan’ apapun kepadanya. Kepadanya temannya, mungkin. Tapi kepadanya, aku sama sekali tidak pernah. Toh, juga dari awal dia tak pernah berbicara padaku. Tak pernah jelas. Sesekali memang kudengar bahwa ia menginginkan sesuatu. Tapi, aku tak sejalan dengan keinginannya terhadap sesuatu itu, meski aku juga sebetulnya membantu mencarikan info. Kemudian, aku pergi mencari yang sejalan. Aku berbincang dengan orang lain, dan menemukan kesamaan. Kita berdua menyusunnya, aku sudah menyiapkan segalanya. Tiba-tiba seseorang lagi, yang mengenalku dan mengenalnya masuk, ia pun tertarik. Teman ‘sepersusunan’ku mengiyakan, aku tidak tapi juga tak keberatan. Tapi, tiba-tiba, kalau benar dugaanmu bahwa ia balas dendam kepadaku, ia justru menyalahkanku.”

“Kalau begitu, berarti ia yang salah paham.”

“Lantas, bagaimana?”

“Ya sudah, biarkan saja. Biarkan ia puas menikmati balas dendamnya. Dan kau, tetap lanjutkan hidupmu.”

“Hidupmu terlihat lebih menyenangkan.”

“Kau ingin hidup seperti hidupku?”

“Tidak juga, aku hanya merasa hidupmu lebih menyenangkan.”

“Haha, sayangnya apa yang kau lihat tak seperti apa yang kurasa, jauh.”

“Begitukah? Memang apa yang kau rasa?”

“Hampa. Terlalu banyak balas dendam yang kulakukan dalam diam.”

No comments:

Post a Comment